Aplikasi Pengganti WhatsApp Buatan Elon Musk Resmi Rilis, RI Kebagian

6 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

XChat, aplikasi perpesanan baru dari X milik Elon Musk, resmi rilis secara global. Peluncuran aplikasi perpesanan terbaru dari X ini menjadi ambisi besar Musk dalam membangun sistem komunikasi yang lebih terintegrasi.

Pantauan CNNIndonesia.com pada Senin (27/4), XChat sudah bisa dijajal oleh pengguna di Indonesia, meskipun masih terbatas pada perangkat berbasis iOS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kehadirannya di iPhone dan iPad merupakan tahap awal dari ekspansi global X, dengan versi Android yang dikabarkan tengah disiapkan untuk memperluas jangkauan adopsi penggunanya.

XChat hadir dengan beragam fitur dalam balutan desain yang familiar. Pengguna dapat langsung berkirim pesan, berbagi file, hingga melakukan panggilan grup menggunakan daftar kontak di X.

Melansir Digital Trends, peluncuran XChat menandai pergeseran strategi Elon Musk. X tak lagi berambisi memusatkan segala fungsi dalam satu aplikasi.

Sebaliknya, Musk mulai memisahkan fitur inti seperti layanan perpesanan menjadi aplikasi mandiri. Pendekatan ini sejalan dengan ambisi Musk yang ingin mewujudkan 'aplikasi serba bisa' ala WeChat.

Kehadiran XChat juga menjadi sinyal perang terbuka di pasar pesan instan. X tak lagi puas membayangi WhatsApp atau Telegram, melainkan langsung masuk untuk bersaing dengan dua aplikasi pesan instan tersebut.

Nilai jual utama XChat terletak pada integrasi instannya dengan ekosistem X. Berbeda dengan WhatsApp atau Telegram yang masih bergantung pada nomor telepon, XChat langsung memanfaatkan jaringan sosial yang dibangun di platform.

Artinya, pengguna bisa sinkronisasi kontak tanpa proses yang berbelit-belit, sehingga transisi pengguna menjadi jauh lebih praktis.

Di sisi lain, klaim dan fitur privasi menunjukkan bahwa X berusaha memposisikan sebagai alternatif yang lebih aman. Namun, kredibilitas keamanan XChat tetap jadi sorotan, terutama jika dibandingkan dengan platform yang sudah mengadopsi enkripsi end-to-end secara menyeluruh.

Bersamaan dengan itu, X dikabarkan tengah merombak struktur platformnya, termasuk memangkas fitur yang kurang optimal seperti 'Communities'. Langkah ini mempertegas pergeseran fokus perusahaan ke arah pesan instan dan integrasi kecerdasan buatan (AI).

Keberhasilan XChat bakal menentukan masa depan platform ini; menjadi pilar utama atau sekadar pelengkap di pasar yang sudah jenuh. Satu hal yang pasti, arah strategi X kian benderang. Platform ini tak lagi sekadar ruang untuk mengunggah status, melainkan ambisi besar untuk menjadi pusat percakapan dunia.

(lom/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International