CNN Indonesia
Senin, 05 Jan 2026 12:37 WIB
Konferensi pers kasus pembunuhan anak politikus PKS di Mapolda Banten. (CNN Indonesia/Yandhi).
Cilegon, CNN Indonesia --
Anak politikus PKS berinisial MAMH (9) sempat melawan pelaku pembunuhan berinisial HA (31) sebelum ditusuk pada 16 Desember 2025.
Ditreskrimum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan mengatakan MAMH melawan dengan cara menendang kemaluan pelaku HA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dian menuturkan korban MAMH (9), tewas dengan 19 luka tusuk senjata tajam dan 3 benda tumpul di dalam kamar rumahnya, di Perumahan BBS 3 Cilegon, Banten.
"Pelaku inisial tersangka HA, seorang karyawan swasta di Kota Cilegon, asal Palembang, Sumatera Selatan yang tinggal di kontrakan di Perumahan Bumi Rakata Asri," ujar Dian di Polres Cilegon, Senin (5/1/).
Dian menceritakan, pada 16 Desember 2025 pelaku HA berangkat dari rumahnya sekitar pukul 12.30 WIB menuju BBS 3 Cilegon. Kemudian, pelaku melihat rumah mewah dan memarkirkan sepeda motornya, dan selanjutnya menekan bel di pagar rumah miliki politikus PKS tersebut.
Karena tidak ada respon dari penghuni rumah, tersangka mengira tidak ada orang di dalam rumah. Sehingga dia memanjat pagar dan masuk melalui jendela kamar belakang.
"Tersangka melihat brankas di kamar depan lantai bawah, namun gagal dibuka," terangnya.
Kemudian HA naik ke lantai dua rumah mewah dan masuk ke dalam kamar yang ternyata ada korban MAMH seorang diri. Pelaku menanyakan kunci brankas, anak kelas 4 SD itu mengaku tidak tahu.
Selanjutnya oleh HA, korban MAMH dibawa ke pojok kamar untuk diikat dan dilakban mulutnya.
Anak berusia 9 tahun itu melawan dengan menendang kemaluan pelaku.
"Korban kemudian ditusuk oleh pelaku hingga berlumuran darah. Tersangka kemudian kemudian turun kembali menuju brankas dan coba membuka namun gagal kembali. Karena panik, HA kemudian kabur keluar rumah," jelasnya.
(ynd/ugo)














































