Allo Bank Percepat Momentum Positifnya Sepanjang Tahun 2025

3 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

PT Allo Bank Indonesia Tbk ("Allo Bank" atau "Bank") hari ini mengumumkan bahwa laba bersih setelah pajak (diaudit) tumbuh sebesar 23% year-on-year ("yoy")
menjadi Rp 574 miliar untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 ("FY25").

Torehan laba itu memenuhi tujuan Bank untuk menjalankan operasional bisnis secara menguntungkan dengan menyediakan solusi perbankan yang disesuaikan bagi nasabah ritel, UMKM dan korporat yang membutuhkan namun kurang terlayani.

Kinerja operasional Bank terus membaik selama periode tersebut. Pendapatan operasional naik 37% yoy menjadi Rp 1,983 triliun, didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih maupun pendapatan berbasis biaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendapatan bunga bersih tumbuh 29% yoy menjadi Rp 1,441 triliun, sementara pendapatan berbasis biaya tumbuh 65% yoy menjadi Rp 543 miliar, didukung oleh penyaluran kredit di tengah kondisi makroekonomi yang menantang.

Pertumbuhan laba bersih juga berkorelasi langsung dengan peningkatan Net Interest Margin (NIM), Return on Asset (ROA), dan Return on Equity (ROE), yang tercatat
masing-masing sebesar 10,1%, 4,9%, dan 7,9%, yang mencerminkan peningkatan sebesar 120 bps, 110 bps, dan 50 bps dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kredit yang disalurkan Bank tercatat sebesar Rp 9,141 triliun pada akhir tahun fiskal 2025, didorong oleh pertumbuhan baik di segmen Ritel dan Wholesale.

Bank terus menunjukkan disiplin dalam kualitas pinjamannya, sebagaimana tercermin dalam Gross dan Net Non Performing Loan (NPL) masing-masing sebesar 1,6% dan 0,6%.

Sementara itu, basis pendanaan semakin beragam dan terus tumbuh. Dana Pihak Ketiga mengalami peningkatan signifikan sebesar 56% secara tahunan menjadi Rp 9,519 triliun, yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan nasabah.

Bank mempertahankan tingkat permodalan yang kuat terhadap Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) dan mengakhiri periode dengan Rasio Kecukupan Modal (CAR) sebesar 74,0%, jauh di atas ketentuan minimum regulator.

Ekuitas Bank meningkat 3% yoy menjadi Rp 7,509 triliun, mencerminkan pertumbuhan positif secara organik dari
perolehan laba ditahan dan laba berjalan.

Posisi ekuitas yang kuat ini sangat suportif untuk mendukung aspirasi pertumbuhan Bank di masa depan dan memposisikan Allo Bank sebagai salah satu bank umum berbasis digital dengan permodalan terbaik di Indonesia.

Mengomentari pencapaian kinerja ini, Ari Yanuanto Asah, Plt. Direktur Utama Allo Bank, menyatakan, "Di tengah kondisi makroekonomi yang menantang, kami sangat bersyukur bahwa Allo Bank mampu mencatat pertumbuhan yang kompetitif dan berkelanjutan, dengan basis pelanggan yang terus melebihi 14 juta pelanggan pada akhir Desember 2025.

Pertumbuhan selama tahun 2025 ini melanjutkan momentum pertumbuhan yang kuat yang kami catatkan pada tahun 2024.

Sepanjang tahun 2025, Allo Bank menerima berbagai pengakuan eksternal, termasuk dua penghargaan di ajang Strategy and Performance Execution Excellence (SPEx2®) Awards 2025, dengan tema "Business Model Innovation in Uncertain Times" yang diselenggarakan oleh Media Kontan dan GML Performance Consulting sebagai The Best Execution Winner in Digital Banking Industry dan Special Recognition: Excellence in Product Strategy Innovation untuk produk tabungan Allo Grow.

Selain itu, Bank meraih skor 9,47 (Sangat Baik) dalam Financial Integrity Rating dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk kategori bank KBMI 2, yang mencerminkan peningkatan signifikan dari skor tahun sebelumnya sebesar 7,85 (Baik). Financial Integrity Rating adalah penilaian yang dilakukan oleh PPATK yang mengukur seberapa efektif lembaga keuangan Indonesia mencegah aktivitas pencucian uang dan pendanaan terorisme (APU PPT).

Read Entire Article
Korea International