Alasan Vaksin Influenza Tahunan Penting, Manfaat dan Risikonya

3 hours ago 2

Brawijaya Hospital | CNN Indonesia

Kamis, 16 Apr 2026 14:45 WIB

Vaksin influenza penting untuk mencegah infeksi flu dan komplikasi serius. Vaksin ini harus dilakukan setiap tahun, terutama bagi kelompok rentan. Ilustrasi vaksin. (Foto: iStock/eclipse_images).

Jakarta, CNN Indonesia --

Vaksin influenza menjadi salah satu imunisasi yang dianjurkan dilakukan setiap tahun. Langkah ini dinilai penting untuk melindungi masyarakat dari risiko infeksi virus flu yang terus mengalami perubahan.

Organisasi kesehatan global merekomendasikan vaksinasi influenza rutin karena terbukti mampu menurunkan risiko komplikasi berat hingga kematian, terutama pada kelompok rentan.

Setiap tahun, formula vaksin influenza diperbarui mengikuti rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pembaruan ini dilakukan agar vaksin sesuai dengan jenis virus influenza yang diperkirakan akan beredar secara global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbeda dengan beberapa penyakit lain yang cukup divaksin sekali seumur hidup, vaksin influenza perlu diulang setiap tahun. Hal ini disebabkan virus influenza memiliki kemampuan bermutasi dengan cepat.

Perubahan kecil pada struktur virus, yang dikenal sebagai antigenic drift, menyebabkan munculnya strain baru setiap musim. Selain itu, perlindungan antibodi dari vaksin juga dapat menurun dalam waktu 6 hingga 12 bulan.

Pada kelompok lansia, kondisi sistem imun yang menurun akibat proses penuaan turut memengaruhi efektivitas perlindungan dari vaksin sebelumnya.

Vaksin influenza bekerja dengan memperkenalkan virus yang telah dilemahkan atau diinaktivasi ke dalam tubuh. Proses ini memicu sistem imun untuk membentuk antibodi tanpa menyebabkan seseorang mengalami sakit flu.

Perlindungan optimal biasanya terbentuk sekitar dua minggu setelah vaksin diberikan. Vaksin influenza direkomendasikan untuk individu berusia enam bulan ke atas yang tidak memiliki kontraindikasi medis tertentu.

Manfaat Vaksin Influenza

Vaksin influenza tidak hanya membantu mencegah gejala flu ringan, tetapi juga berperan penting dalam menekan risiko komplikasi serius.

Pada orang dengan penyakit penyerta, seperti penyakit jantung atau diabetes, vaksin flu dapat membantu menurunkan risiko komplikasi seperti pneumonia, bronkitis, hingga serangan asma.
Selain itu, vaksinasi influenza juga dikaitkan dengan penurunan risiko kejadian kardiovaskular pada penderita penyakit jantung.

Kelompok lansia berusia 65 tahun ke atas termasuk yang paling diuntungkan dari vaksinasi ini, karena risiko kematian akibat komplikasi flu cenderung lebih tinggi pada usia tersebut.

Vaksinasi juga memberikan manfaat perlindungan tidak langsung atau herd immunity, yakni membantu melindungi anggota keluarga yang tidak dapat menerima vaksin karena kondisi medis tertentu.

Anak-anak, terutama di bawah usia lima tahun, termasuk kelompok dengan risiko tinggi mengalami rawat inap akibat influenza.

Sejumlah penelitian menunjukkan vaksin influenza dapat menurunkan risiko rawat inap pada anak hingga sekitar 72 persen. Selain itu, vaksinasi juga membantu mengurangi absensi sekolah akibat sakit.

Untuk orang dewasa, vaksin influenza diberikan satu kali setiap tahun.
Sementara pada anak di bawah usia sembilan tahun yang baru pertama kali menerima vaksin influenza, diperlukan dua dosis dengan jarak minimal empat minggu. Jika anak sudah pernah divaksin sebelumnya, cukup diberikan satu dosis tahunan.

Efek Samping Vaksin Influenza

Vaksin influenza secara umum dinilai aman dan telah melalui uji klinis ketat sebelum digunakan secara luas. Efek samping yang muncul biasanya ringan dan bersifat sementara, seperti nyeri atau kemerahan di area suntikan, demam ringan, sakit kepala, nyeri otot, dan rasa lelah.

Keluhan tersebut umumnya hilang dalam satu hingga dua hari dan menandakan sistem imun sedang membentuk perlindungan terhadap virus. Meski jarang, reaksi alergi berat seperti anafilaksis dapat terjadi.

Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala seperti sesak napas, pembengkakan pada wajah, atau ruam luas setelah vaksinasi.

Sebagai langkah pencegahan yang efektif, vaksin influenza sebaiknya dilakukan secara rutin setiap tahun di fasilitas kesehatan terpercaya, salah satunya di Brawijaya Hospital Group.

Brawijaya Hospital Group merupakan salah satu penyedia layanan kesehatan swasta di Indonesia yang menghadirkan perawatan berkualitas tinggi dan berpusat pada pasien. Jaringan layanan kesehatan ini terdiri dari enam rumah sakit dan satu klinik yang berlokasi di Antasari, Saharjo, Taman Mini, Duren Tiga, Depok, Tangerang, serta Klinik Kemang.

Didirikan pada 2006 sebagai pelopor rumah sakit ibu dan anak, Brawijaya Hospital Group kini berkembang menjadi jaringan layanan kesehatan komprehensif dengan berbagai layanan unggulan, termasuk di bidang jantung, onkologi, fertilitas, ortopedi, dan bedah minimal invasif. Setiap tahunnya, lebih dari satu juta pasien dilayani, termasuk peserta BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan di unit tertentu.

Didukung oleh lebih dari 600 dokter ahli serta 1.000 perawat dan tenaga profesional, layanan kesehatan di jaringan ini juga diperkuat teknologi medis modern seperti Hybrid Operating Room, Cath Lab, MRI, PGT-A, ICSI, dan Timelapse Incubator.

Beberapa pusat layanan unggulan seperti BraveHeart Cardiovascular Center, Klinik Fertilitas Benih IVF Center, serta Comprehensive Children Center bahkan telah menjadi rujukan nasional untuk penanganan kasus medis yang kompleks.

(ory/ory)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International