Jakarta, CNN Indonesia --
Delegasi Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI dilaporkan menyaksikan pertandingan babak 16 besar Piala Afrika 2025 antara Aljazair vs Republik Demokratik Kongo, Selasa (6/1).
Duel Aljazair vs RD Kongo di Stadion Moulay Hassan dimenangkan Aljazair dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang Aljazair dicetak Adil Boulbina pada menit ke-119.
Satu yang menarik dari pertandingan ini adalah kedatangan agen FBI. Dikutip dari RMC Sport, perwakilan FBI sudah tiba di Maroko sejak akhir pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertandingan Aljazair vs RD Kongo jadi sorotan karena mengundang antusiasme besar, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Dalam laporan media Maroko, delegasi FBI datang ke Maroko guna mengamati penangan keamanan pertandingan oleh otoritas Maroko.
Mulanya FBI yang dipimpin Douglas Olson selaku direktur operasi dalam divisi layanan respons lapangan dan Kevin Kowalski sebagai wakil direktur grup respons darurat mengamati pertandingan Maroko vs Tanzania.
FBI mempelajari pengerahan unit lapangan, tingkat penyaringan dan kontrol, penggunaan sistem pengawasan video presisi tinggi, penggunaan drone.
Proses itu kemudian diulang dalam pertandingan Aljazair vs RD Kongo. Kali ini FBI fokus pada penerimaan dan pengelolaan suporter asing. Mereka juga berkoordinasi dengan kepolisian Maroko dan lembaga penegak hukum asing yang dikerahkan selama kompetisi.
Tujuan utama kedatangan FBI ke Maroko adalah mengumpulkan informasi sebanyak mungkin sebagai bekal untuk penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Jenis kerja sama keamanan internasional juga akan diterapkan di Piala Dunia 2026.
(sry/rhr)

















































