3 Ciri Orang Munafik yang Perlu Diwaspadai dalam Islam

18 hours ago 3

CNN Indonesia

Senin, 08 Jun 2026 09:45 WIB

3 Ciri Orang Munafik yang Perlu Diwaspadai dalam Islam Ilustrasi. Munafiq sama halnya dengan orang yang memakai topeng, menyembunyikan wajah aslinya. (REUTERS/Claudia Greco)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Sifat munafik merupakan salah satu akhlak tercela yang sangat dihindari dalam ajaran Islam. Perilaku ini tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga dapat merusak kepribadian dan kehidupan sosial seseorang. Karena sifatnya yang tersembunyi, kemunafikan kerap sulit dikenali.

Mengutip Kementerian Agama, dalam Tafsir Al-Misbah dijelaskan bahwa kata munafik atau nifak berasal dari kata nafaq, yang berarti terowongan dengan dua pintu keluar. Ketika seseorang dikejar dari satu sisi, ia akan keluar dari sisi lainnya.

Makna ini menggambarkan seseorang yang menampilkan satu wajah di hadapan orang lain, tetapi menyembunyikan keadaan yang sebenarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ulama Ibnu Rajab Al-Hanbali menjelaskan bahwa secara bahasa, munafik berkaitan dengan penipuan, kelicikan, dan perilaku yang berbeda dari kenyataan. Ia membagi kemunafikan menjadi dua jenis, yaitu munafik dalam akidah dan munafik dalam perbuatan.

Munafik dalam akidah merujuk pada orang yang mengaku beriman, tetapi dalam hatinya mengingkari sebagian atau seluruh ajaran Islam. Sementara itu, munafik dalam perbuatan terjadi ketika seseorang menunjukkan perilaku baik di hadapan orang lain, tetapi melakukan hal sebaliknya dalam kehidupan sehari-hari.

Sifat munafik juga sering disebut sebagai penyakit hati. Alasannya, perilaku ini dapat mendorong seseorang melakukan berbagai keburukan lain yang semakin sulit dihentikan. Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini.

Berikut ciri-ciri orang munafik, melansir berbagai sumber:

1. Sering berbohong

Salah satu ciri paling umum dari orang munafik adalah gemar berbohong. Dalam Islam, kejujuran merupakan fondasi penting dalam hubungan antarmanusia. Sebaliknya, kebohongan dapat merusak kepercayaan dan menimbulkan berbagai masalah.

Kebiasaan berbohong sering kali memicu kebohongan lain. Seseorang yang telah menyampaikan informasi yang tidak sesuai kenyataan biasanya akan terus mencari alasan baru untuk menutupi kebohongan sebelumnya. Akibatnya, ia terjebak dalam rangkaian dusta yang semakin sulit dihentikan.

Selain merugikan diri sendiri, perilaku ini juga dapat merugikan orang lain. Tidak jarang, kebohongan berkembang menjadi fitnah atau penyebaran informasi yang tidak benar.

2. Ingkar janji

Ciri berikutnya adalah tidak menepati janji. Orang yang sering mengingkari janji umumnya sulit dipercaya karena ucapannya tidak sejalan dengan tindakannya.

Janji merupakan komitmen yang seharusnya dijaga. Ketika seseorang berjanji melakukan sesuatu, lalu sengaja tidak menunaikannya tanpa alasan yang dapat dibenarkan, hal tersebut termasuk perilaku yang tercela.

Contohnya, seseorang berjanji menjaga rahasia orang lain, tetapi kemudian justru membocorkannya. Tindakan seperti ini tidak hanya merusak kepercayaan, tetapi juga dapat menyakiti pihak yang telah memberikan amanah.

3. Berkhianat

Berkhianat juga termasuk ciri utama orang munafik. Perilaku ini muncul ketika seseorang menyalahgunakan kepercayaan atau amanah yang diberikan kepadanya.

Orang yang berkhianat sering kali tampak dapat dipercaya di awal. Namun, ketika diberi tanggung jawab, ia justru melakukan tindakan yang bertentangan dengan amanah tersebut.

Dampak pengkhianatan tidak hanya dirasakan oleh individu yang menjadi korban, tetapi juga dapat merusak hubungan sosial, lingkungan kerja, hingga kehidupan bermasyarakat. Karena itu, menjaga amanah menjadi salah satu nilai penting yang selalu ditekankan dalam Islam.

Membahas ciri-ciri orang munafik bukan semata untuk menilai orang lain. Yang lebih penting adalah menjadikannya sebagai bahan introspeksi diri agar tidak terjerumus pada perilaku yang sama.

Kejujuran, menepati janji, dan menjaga amanah merupakan nilai-nilai yang perlu terus dilatih dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, seseorang dapat membangun hubungan yang sehat dengan sesama sekaligus menjaga kualitas akhlaknya sebagai seorang Muslim.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International