Waswas BBM Naik, Petani Australia Desak Warga Naik Kendaraan Umum

6 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Serikat petani di Australia mendesak warga Negeri Kanguru beralih ke transportasi umum di tengah kekhawatiran melonjaknya harga bahan bakar (BBM) buntut perang di Timur Tengah.

Presiden Federasi Petani Victoria Brett Hosking mengatakan nasib para petani negara bagian Victoria saat ini di ujung tanduk setelah situasi perang Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran kian memanas belakangan ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia berujar jika warga Australia tetap menggunakan kendaraan pribadi, stok BBM dalam negeri akan habis sehingga petani tak akan mampu memproduksi dan mendistribusikan hasil bumi.

"Bagi sebagian besar warga Victoria, kekurangan bahan bakar berarti agenda mesti dibatalkan, antrean (BBM) mengular, dan anggaran mingguan jadi lebih ketat. Bagi para petani, waktu adalah segalanya," kata Hosking dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Sky News.

"Pertanian bergantung pada periode cuaca yang sempit dan jika tangki kosong pada saat yang salah, Anda tidak bisa hanya menunggu harga stabil, Anda akan kehilangan kesempatan, dan terkadang kehilangan seluruh hasil panen," lanjutnya.

Harga minyak dunia belakangan terus melambung buntut perang panas AS-Israel vs Iran. Selama dua pekan terakhir, minyak dunia beberapa kali tembus lebih dari US$100 per barel, rekor tertinggi sejak 2022.

Situasi ini membuat petani Australia ketar-ketir akan dampak domestik di masa mendatang. Sebab perang belum menunjukkan tanda-tanda usai, bahkan Israel mengindikasikan akan berlanjut sampai April.

Hosking mengatakan jika warga Australia tak segera mengambil langkah preventif, nasib seluruh warga Australia akan betul-betul dalam bahaya.

"Memastikan para petani tetap dapat beraktivitas adalah kepentingan semua pihak. Para petani Victoria menanam hampir seperempat dari makanan Australia dan memberi makan jutaan orang lainnya di seluruh dunia," ujar Hosking.

"Jika satu dari lima pengguna mobil di Victoria beralih ke transportasi umum, bahan bakar yang dihemat akan cukup untuk menanam sekitar setengah dari dari tanaman gandum, jelai, kanola, dan lentil di Australia," katanya.

Federasi Petani Victoria telah meminta pemerintah negara bagian untuk menggratiskan transportasi umum hingga pasokan BBM stabil. Seiring dengan itu, mereka juga mendesak pemerintah mengoperasikan lebih banyak layanan guna mengimbangi melonjaknya permintaan komuter.

Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles telah menyampaikan pasokan BBM Negeri Kanguru masih aman dari konflik Timur Tengah. Meski begitu, ia tak menjamin pemerintah federal bisa terus menjaga persediaan bahan bakar untuk masyarakat.

"Saat ini, volume BBM yang masuk ke negara ini sama seperti sebelum konflik dimulai," ucapnya.

"Namun kami menyadari bahwa jika konflik ini berlanjut dalam jangka waktu tertentu, hal itu jelas akan berdampak pada pasokan bahan bakar Australia. Dengan mempertimbangkan hal itu, kami telah melepaskan 20 persen cadangan domestik dan kami telah menargetkan wilayah-wilayah tertentu sebagai tempat yang paling membutuhkan," ujar Marles.

Marles telah mengimbau warga untuk tidak melakukan panic buying guna menjaga kestabilan. Ia juga berjanji akan melakukan segala cara guna mengatasi situasi saat ini.

"Kami melakukan apa yang kami bisa untuk mengatasi situasi ini, dan yang kami minta dari warga Australia saat ini adalah untuk menjalankan aktivitas mereka seperti biasa," pungkasnya.

(blq/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International