Waspada! Ini 7 Tanda Tubuh Kelebihan Kolesterol Saat Lebaran

4 hours ago 1

CNN Indonesia

Sabtu, 21 Mar 2026 17:50 WIB

Ada beberapa tanda tubuh kelebihan kolesterol saat Lebaran. Ketahui apa saja tandanya agar bisa antisipasi. Ilustrasi. Ada beberapa tanda tubuh kelebihan kolesterol setelah Lebaran. (iStockphoto)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Habis makan besar ketika Lebaran dan merasa tubuh jadi sering mengantuk? Hati-hati, bisa jadi itu tanda tubuh kelebihan kolesterol setelah Lebaran!

Lebaran adalah hari yang dinantikan banyak umat Islam. Setelah sebulan berpuasa, di hari raya ini umat Islam dibebaskan kembali untuk makan dan minum di siang hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebanyakan orang mulai makan dan minum berlebihan karena sudah sebulan penuh tidak bisa makan seperti hari-hari biasa. Padahal, hal ini sangatlah tidak baik.

Tanda kolesterol tinggi saat Lebaran

Kolesterol merupakan zat lemak yang secara alami terdapat dalam darah dan dibutuhkan tubuh untuk membangun sel-sel sehat. Namun, kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Lemak dan zat lain bisa menumpuk di pembuluh darah dan membentuk plak. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Sayangnya, kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas.

Meski demikian, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai, terutama setelah pola makan berubah selama masa Lebaran. Melansir dari berbagai sumber, berikut beragam tanda yang wajib kamu waspadai:

1. Mudah mengantuk

Sering merasa mengantuk meskipun tidak sedang lelah bisa menjadi salah satu tanda kolesterol tinggi.

Kondisi ini dapat terjadi karena aliran darah yang membawa oksigen ke otak tidak berjalan optimal akibat penumpukan lemak di pembuluh darah.

2. Pegal di tengkuk atau pundak

Pegal pada tengkuk atau pundak sering dianggap sebagai kelelahan biasa. Namun, kondisi ini juga bisa dipicu oleh aliran darah yang tidak lancar akibat penumpukan kolesterol di pembuluh darah.

3. Kesemutan di tangan atau kaki

Kesemutan yang sering muncul pada tangan atau kaki juga perlu diwaspadai. Hal ini bisa terjadi karena saraf tidak mendapatkan suplai darah yang cukup akibat penyempitan pembuluh darah.

4. Nyeri atau kram pada kaki

Nyeri atau kram pada kaki, terutama di bagian betis, tumit, atau telapak kaki, dapat menjadi tanda aliran darah yang tidak lancar. Gejala ini sering muncul saat malam hari atau setelah beraktivitas.

5. Nyeri dada

Nyeri dada merupakan tanda yang lebih serius dari kolesterol tinggi. Kondisi ini terjadi ketika penumpukan plak di pembuluh darah menghambat aliran darah ke jantung.

6. Muncul bercak kuning di sekitar mata

Bercak atau benjolan kecil berwarna kekuningan di sekitar kelopak mata (xanthelasma) bisa menjadi tanda adanya penumpukan kolesterol di bawah kulit.

7. Mudah lelah saat beraktivitas

Kolesterol tinggi dapat membuat aliran darah tidak optimal sehingga tubuh lebih cepat merasa lelah, terutama saat melakukan aktivitas fisik.

Penyebab kolesterol tinggi

Cholesterol level meter with high and low fat test, vector blood risk and good or bad health control. Cholesterol level meter gauge with arrow indicator for healthcare and heart heath analysisFoto: iStockphoto/seamartini
Ilustrasi kolesterol tinggi.

Kolesterol tinggi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti pola makan tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, hingga faktor keturunan.

Konsumsi makanan berlemak secara berlebihan selama Lebaran juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jika tidak diimbangi dengan pola hidup sehat. Kebanyakan makanan pada saat Lebaran mengandung santan, gula dan garam berlebih, hingga karbohidrat olahan.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mengetahui kadar kolesterol dalam tubuh.

Demikian beragam tanda tubuh kelebihan kolesterol setelah Lebaran. Semoga Anda tetap sehat di momen berkumpul dengan keluarga.

(sac/rti)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International