Jakarta, CNN Indonesia --
Jumlah gerbong KRL rute Tanah Abang-Rangkasbitung akan ditambah menjadi 12 rangkaian, dari sebelumnya sekitar delapan hingga 10 gerbong.
Penambahan gerbong ini seiring dengan elektrifikasi jalur yang tengah disiapkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan di jalur tersebut.
"Saya sebenarnya sudah minta kepada Pak Dirjen (Perkeretaapian) supaya mengganti kereta yang lebih besar lagi, sehingga kapasitas angkutnya lebih banyak," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan perbaikan jaringan elektrifikasi memungkinkan penggunaan rangkaian lebih panjang. Selain itu, jarak antar perjalanan (headway) juga diharapkan menjadi lebih singkat, sehingga kapasitas angkut bertambah.
Dalam kesempatan sama, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono mengatakan dokumen perencanaan teknis elektrifikasi Tanah Abang-Rangkasbitung ditargetkan selesai pada semester I tahun ini.
Menurut Allan, elektrifikasi memungkinkan penambahan gerbong dari delapan hingga 10 rangkaian menjadi 12 gerbong dalam satu perjalanan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan daya melalui penambahan gardu listrik serta perpanjangan peron di sejumlah stasiun.
"Jadi, untuk mengurai kepadatan green line dengan rencana menjalankan kereta yang lebih panjang," ujar Allan.
Data KAI menunjukkan jumlah pengguna KRL lintas Rangkasbitung terus meningkat. Pada 2022 tercatat 43.317.716 pengguna, kemudian naik menjadi 77.552.716 pengguna pada 2025. Tren tersebut berlanjut pada 2026, di mana periode Januari-Maret telah mencapai 20.197.205 pengguna.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan elektrifikasi jalur mampu meningkatkan frekuensi perjalanan, kapasitas angkut bertambah, serta pola operasi menjadi lebih fleksibel mengikuti kebutuhan.
"Penguatan ini berjalan melalui kolaborasi KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan yang selama ini berperan dalam pengembangan elektrifikasi jalur dan peningkatan prasarana," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4).
(dhz/pta)
Add
as a preferred source on Google


















































