Jakarta, CNN Indonesia --
Kepolisian Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), mengatakan pada Jumat (20/3) telah menangkap lebih dari 100 orang karena merekam dan menyebarkan informasi yang salah alias hoaks selama perang Israel-Amerika Serikat vs Iran berkecamuk di Timur Tengah.
Penangkapan ini terjadi ketika negara-negara Teluk menindak tegas rekaman dan unggahan terkait serangan yang mereka alami dari Iran imbas konfliknya dengan Israel-AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kepolisian Abu Dhabi mengumumkan penangkapan 109 individu dari berbagai kewarganegaraan yang merekam lokasi dan insiden serta menyebarkan informasi yang salah melalui platform media sosial selama peristiwa terkini," kata pernyataan tersebut di X, menambahkan bahwa beberapa di antaranya telah membagikan "informasi yang menyesatkan".
"Tindakan tersebut berpotensi memicu opini publik dan menyebarkan rumor di antara anggota masyarakat," tambahnya.
Menurut penjelasan AFP, Jaksa Agung UEA telah memerintahkan penangkapan 35 orang sejauh ini karena menyebarkan informasi yang salah, merekam atau mempublikasikan rekaman insiden terkait perang, atau mengagungkan "negara musuh dan kepemimpinan politik dan militernya".
Langkah serupa telah diambil di seluruh Teluk karena Iran bukan cuma menyerang aset AS tetapi juga infrastruktur sipil termasuk bangunan penting, fasilitas minyak dan gas, bandara dan daerah pemukiman.
Di Qatar, pihak berwenang telah menangkap lebih dari 300 orang karena menyebar gambar dan apa yang mereka sebut sebagai "informasi menyesatkan" selama perang.
Bahrain dan Kuwait juga telah melakukan langkah serupa.
Negara-negara di Teluk telah menanggung beban terberat dari serangan Iran sebagai tanggapan terhadap kampanye militer Israel-AS.
(fea)
Add
as a preferred source on Google

















































