Jakarta, CNN Indonesia --
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat tabungan masyarakat di atas Rp5 miliar di perbankan melesat hingga 22 persen. Angka tersebut juga mencerminkan kategori orang kaya di Indonesia.
Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Polis LPS, Ferdinan D. Purba menilai lonjakan tabungan tersebut sejalan dengan penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah di sejumlah BUMN.
"(Tabungan) di atas Rp5 miliar ini pertumbuhannya cukup tinggi, 22,76 persen pertumbuhannya. Ini mungkin juga dikontribusi adanya penempatan dana SAL pemerintah itu, mungkin persentasenya cukup tinggi jadinya," ujarnya dalam Konferensi Pers di Kantor LPS, Kamis (22/1) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu juga dengan tabungan masyarakat di bawah Rp100 juta di perbankan ikut tumbuh, tetapi memang tidak signifikan. Kenaikannya masih jauh di bawah tabungan di atas Rp5 miliar.
"Yang di bawah Rp100 juta ini pertumbuhannya year on year (yoy) itu 3,43 persen. Jadi memang kalau dilihat dari pertumbuhan total dia tidak terlalu, tapi dia masih tumbuh yang di bawah Rp100 juta," jelasnya.
Kenaikan jumlah tabungan ini sejalan dengan jumlah penduduk yang belum memiliki rekening terus menurun. LPS mencatat masyarakat yang unbanked di usia produktif 15-69 tahun menurun tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Misalnya, pada 2023 jumlah penduduk yang tidak memiliki tabungan di usia 15-69 tahun itu sebanyak 23,5 juta orang. Lalu turun menjadi 18,2 juta di 2024 dan di 2025 menjadi 15,3 juta orang saja.
"Dalam beberapa tahun terakhir betul memang data unbanked sudah menunjukkan tren penurunan untuk usia 15 sampai 69 tahun, totalnya 23,5 juta dan turun menjadi 15,3 juta di 2025," kata Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution.
Meski turun cukup besar, namun ia menilai jumlah masyarakat produktif yang belum memiliki rekening tersebut masih sangat tinggi. Oleh sebab itu, peningkatan literasi keuangan dan penjaminan akan terus dilakukan.
"Jumlah ini menurut kami masih cukup besar dan harus terus diturunkan," pungkas Farid.
(ldy/ins)


















































