Jakarta, CNN Indonesia --
Jajak pendapat dari kantor berita Israel, Kan News, menyebutkan mayoritas warga negara tersebut yakin pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kalah dalam semua perang sejak 7 Oktober 2023.
Pada tanggal itu, Israel meluncurkan agresi brutal ke Jalur Gaza Palestina. Di tengah operasi tersebut, mereka juga terlibat perang dengan Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, milisi di Suriah, hingga beberapa kali di Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut survei Kan News, 57 persen responden percaya Israel belum menang di arena pertempuran mana pun sejak 7 Oktober 2023, baik Jalur Gaza, Palestina, Lebanon, dan juga Iran.
Temuan tersebut menunjukkan krisis kepercayaan warga terhadap perang dan serangan Israel di seluruh wilayah.
Hanya 28 persen yang mengatakan Israel menang di setidaknya satu arena, sementara 15 persen memilih tidak tahu, demikian dikutip Middle East Monitor (MEMO), Kamis (30/4).
Jika dianalisis berdasarkan front, hanya 17 persen responden yang setuju Israel menang di Suriah, sementara 16 persen mengatakan Israel menang di Gaza dan melawan Iran.
Sebanyak 14 persen responden menyebut Israel menang melawan Hizbullah di Lebanon, 12 persen menyebut Yaman, dan 11 persen menyebut Tepi Barat yang diduduki.
Namun, survei tersebut juga menemukan sekitar 73 persen warga Israel percaya bahwa membiarkan Hamas atau Hizbullah tetap bersenjata akan menimbulkan bahaya serangan lain seperti pada 7 Oktober. Hanya 10 persen yang mengatakan tidak, sementara 17 persen menjawab tidak tahu.
Mengenai pertanggungjawaban atas kegagalan peristiwa 7 Oktober dan perang yang terjadi setelahnya, sekitar 54 persen responden mengatakan mereka mendukung komisi penyelidikan negara.
Sementara itu, 23 persen responden mendukung komisi penyelidikan pemerintah, 7 persen menentang penyelidikan apa pun, dan 16 persen memilih tidak tahu.
Hasil survei itu mengungkap kontradiksi yang mencolok dalam masyarakat Israel.
Meski, sebagian besar warga percaya bahwa negara ini kalah dalam perang sejak 7 Oktober, tetapi jajak pendapat terus menunjukkan dukungan luas untuk serangan terhadap Gaza dan perluasan perang di Lebanon, Suriah, Yaman, hingga Iran.
Israel meluncurkan agresi brutal ke Palestina sejak Oktober 2023. Selama operasi, mereka menggempur habis-habisan warga dan objek sipil.
Imbas agresi itu, lebih dari 72.000 warga di Palestina tewas, ratusan ribu rumah hancur, dan jutaan orang terpaksa mengungsi.
(isa/chri)
Add
as a preferred source on Google


















































