Stok Beras dan Minyakita Jatim Diklaim Aman Jelang Lebaran 2026

5 hours ago 1

Surabaya, CNN Indonesia --

Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur memastikan ketersediaan stok beras dan minyak goreng subsidi Minyakita dalam kondisi aman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur Langgeng Wisnu Adinugroho menyatakan saat ini stok beras yang ada di Bulog Jatim mencapai 1 juta ton, sementara stok Minyakita berada di angka 2,1 juta liter. Angka tersebut dinilai lebih dari cukup untuk menjaga stabilitas harga di pasar selama periode mudik dan libur Lebaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk stok beras dan Minyakita di pastikan aman untuk menghadapi Lebaran Hari Raya Idulfitri. Yaitu 1 juta ton untuk beras dan minyak stok sekitar 2,1 juta liter," kata Langgeng, Sabtu (14/3).

Langgeng menyebut, ketahanan stok tersebut didukung oleh capaian serapan gabah dan distribusi komoditas yang sudah dilakukan pihaknya sejak awal tahun. Hingga saat ini, serapan gabah di Jawa Timur tercatat mencapai 588.000 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara dengan 300.000 ton beras.

"Capaian ini merupakan jumlah tertinggi seluruh Indonesia dengan kontribusi 32 persen dari capaian nasional sebesar 1.818.000 GKP atau 950.000 ton setara beras per hari ini," ucapnya.

Ia menyebut, Tim Jemput Pangan (TJP) bergerak langsung ke lahan-lahan pertanian. Bulog pun menetapkan harga beli GKP sebesar Rp6.500 per kilogram untuk kondisi sudah dipanen di pinggir jalan.

"Sering kami sampaikan kepada masyarakat khususnya petani bahwa Bulog saat ini membeli langsung GKP ke petani dengan harga Rp6.500/kg. Bagi yang panen silahkan kontak Tim Jemput Pangan (TJP) Bulog di daerah masing-masing atau bisa melalui Babinsa dan Penyuluh Pertanian setiap desa," ujarnya.

Selain beras, Bulog Jatim juga mencatatkan serapan jagung pipil kering sebesar 40.796 ton, atau sekitar 40 persen dari target tahunan sebesar 100.000 ton.

Serapan ini merupakan yang tertinggi di Indonesia dan akan dialokasikan untuk program SPHP jagung guna menstabilkan harga pakan ternak, yang berdampak pada harga telur dan daging ayam di pasaran.

Terkait intervensi pasar, sejak Januari 2026, Bulog Jatim telah menyalurkan 42.000 ton beras SPHP dan 9 juta liter MinyaKita. Pendistribusian dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari Gerakan Pangan Murah (GPM), pasar tradisional, hingga Rumah Pangan Kita (RPK).

(frd/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International