CNN Indonesia
Jumat, 09 Jan 2026 17:45 WIB
Ilustrasi bantal bulu. (iStockphoto/Kwanchai_Khammuean)
Jakarta, CNN Indonesia --
Saat bersiap melakukan penerbangan jarak jauh, jenis bantal apa yang biasanya kamu bawa ke dalam kabin? Meski bantal leher sering menjadi pilihan populer, para ahli justru menyarankan penumpang untuk membawa bantal bulu guna meningkatkan kenyamanan maksimal selama di pesawat.
Bantal bulu dinilai jauh lebih efisien untuk dibawa saat bepergian atau berlibur. Alasan utamanya terletak pada sifatnya yang mudah dikompresi, multifungsi, lebih nyaman, dan faktor kebersihan yang lebih terjamin dibandingkan bantal sintetis atau fasilitas bantal di hotel.
Melansir Daily Mail, berikut adalah alasan dan tips mengapa bantal bulu menjadi perlengkapan wajib saat menempuh perjalanan udara:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan kapten Boeing 747 British Airways, Martin Drake, mengungkapkan bahwa bantal bulu dapat secara signifikan meningkatkan pengalaman terbang jarak jauh. Meskipun banyak jenis bantal lain yang terkesan hemat ruang, seperti bantal leher tiup, Drake tetap merekomendasikan bantal bulu.
Selain unggul dalam kenyamanan di kabin, bantal ini juga bisa menjadi bantal tambahan yang krusial saat menginap di hotel.
"Bantal bulu besar dalam sarung bantal katun dapat ditekan hingga hampir tidak memakan ruang di bagasi Anda, namun tetap membuat perjalanan jauh lebih nyaman," ujar Drake kepada Sky News.
Pendapat senada disampaikan pakar perjalanan dari Avanti Travel Insurance, Sarah Rodrigues. Menurut Sarah, bantal bulu sebenarnya jauh lebih mudah dikompresi dibandingkan bantal berbahan sintetis. Keunggulannya, saat dikeluarkan dari koper, bantal ini akan kembali ke bentuk semula dengan cepat.
"Anda dapat memeras seluruh udara keluar, memasukkannya ke dalam tas, dan bantal tersebut akan kembali ke bentuk semula secara instan. Bantal ini ringan, memakan ruang minimal, dan menawarkan sensasi kenyamanan rumah di mana pun Anda berada," jelas Sarah.
Jika ingin membawa bantal bulu ke kabin, masukkan bantal ke dalam sarung berbahan katun. Kemudian, masukkan secara manual ke dalam koper dan tekan bantal sambil menutup ritsleting koper secara perlahan hingga tertutup sempurna.
Berbeda dengan bantal leher yang dirancang khusus hanya untuk menyangga leher, bantal bulu bersifat multifungsi. Bantal ini dapat dialihfungsikan sebagai penyangga pinggang saat tubuh mulai terasa pegal akibat durasi penerbangan yang lama.
Bahkan, saat disimpan di dalam koper, bantal ini dapat berfungsi sebagai pelindung tambahan bagi barang-barang pecah belah atau suvenir yang Anda bawa di dalam bagasi.
Apabila koper kamu sudah terlalu penuh dengan barang bawaan, kamu dapat menggunakan teknik vakum. Masukkan bantal bulu ke dalam kantong vakum (vacuum bag), lalu sedot udaranya menggunakan alat pemompa hingga bantal menjadi benar-benar rata dan tipis.
Membawa bantal sendiri memberikan jaminan kebersihan yang lebih pasti bagi pelancong. Selain untuk di pesawat, bantal pribadi ini sangat bermanfaat saat menginap di hotel untuk mencegah risiko reaksi alergi. Seringkali, kulit sensitif dapat bereaksi terhadap jenis deterjen yang digunakan pihak hotel atau bahan isian bantal sintetis yang tersedia di penginapan.
"Memiliki bantal sendiri berarti Anda tahu persis apa yang Anda gunakan sebagai alas tidur. Hal ini jauh lebih bersih dan lebih baik bagi siapa pun yang sensitif terhadap deterjen hotel atau material sintetis," tambah Sarah.
Banyak pelancong mengakui sering mengalami kesulitan tidur karena bantal hotel yang tidak sesuai dengan preferensi kenyamanan mereka. Oleh karena itu, tren mengemas bantal bulu sendiri dengan bantuan kantong vakum kini semakin diminati untuk menjamin kualitas istirahat selama perjalanan.
(wiw/wiw)
















































