Rusia Rujuk Perempuan yang Tak Mau Punya Anak ke Psikolog

6 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Rusia mengambil langkah baru dalam menghadapi krisis demografi yang kian memburuk. Perempuan yang menyatakan tidak ingin memiliki anak akan dirujuk ke psikolog, sesuai pedoman kesehatan reproduksi terbaru dari otoritas setempat.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya negara untuk meningkatkan angka kelahiran yang terus merosot dalam beberapa tahun terakhir. Dalam panduan tersebut, dokter diwajibkan menanyakan kepada perempuan mengenai jumlah anak yang diinginkan.

Jika seorang pasien menjawab tidak ingin memiliki anak, tenaga medis "direkomendasikan untuk merujuk pasien ke konsultasi dengan psikolog medis dengan tujuan membentuk sikap positif untuk memiliki anak." Mengutip AFP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pedoman ini disetujui pada akhir Februari, namun baru ramai diberitakan media pemerintah pekan ini.

Penurunan angka kelahiran menjadi salah satu kekhawatiran utama Presiden Vladimir Putin selama lebih dari dua dekade kepemimpinannya. Situasi ini semakin memburuk seiring pengerahan ratusan ribu pria muda ke garis depan dalam konflik dengan Ukraina dalam empat tahun terakhir.

Kremlin bahkan memandang penyusutan populasi sebagai ancaman serius bagi keberlangsungan negara. Pada 2024 lalu, Putin memperingatkan bahwa Rusia dapat menghadapi "kepunahan" jika gagal meningkatkan angka kelahiran.

Saat ini, tingkat kelahiran Rusia berada di titik terendah dalam dua abad, yakni sekitar 1,4 anak per perempuan. Angka tersebut jauh di bawah tingkat 2,1 yang dianggap ideal untuk menjaga stabilitas populasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Rusia juga memperketat aturan aborsi serta mengesahkan undang-undang yang melarang apa yang disebut sebagai "propaganda bebas anak" atau child-free.

Sebaliknya, keluarga dengan banyak anak justru diposisikan sebagai simbol kebanggaan nasional. Pemerintah memberikan berbagai insentif, mulai dari bantuan finansial hingga dukungan sosial, guna mendorong masyarakat memiliki lebih banyak anak.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International