PSSI DIY Ungkap Alasan Pandis Sanksi Dwi Pilihanto Seumur Hidup

20 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY membeberkan alasan mengapa Dwi Pilihanto Nugroho disanksi larangan bermain seumur hidup.

Sekretaris Umum Asprov PSSI DIY, Wendi Umar Senoadji, mengatakan tindakan Dwi dalam laga KAFI Jogya versus UAD Yogyakarta tergolong kategori serious foul play atau pelanggaran berat.

Panitia Disiplin (Pandis) Asprov PSSI DIY menilai Dwi bersalah karena mengangkat kaki terlalu tinggi dan mengarah ke muka pemain UAD FC, Amirul Muttaqin, dalam pertandingan itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami harus menjunjung tinggi putusan dari Pandis ini yang tidak serta merta kami putuskan, tapi banyak hal yang kami gali. Baik dari sisi laporan perangkat pertandingan, fakta data di lapangan."

"Semuanya kami rangkum dan kami validasi dengan regulasi yang ada. Sehingga SK [Surat Keputusan] Pandis ini putusan yang harus kita hormati, kita hargai," kata Dwi, Kamis (8/1).

Laga Liga 4 DIY yang mempertemukan KAFI kontra UAD di Lapangan Sitimulyo, Bantul, Selasa (6/1), berjalan keras. Kedua tim sampai mendapat dua kartu merah.

"Laporan dari pengawas pertandingan, menyampaikan pertandingan berjalan dengan intensitas yang tinggi dan ada beberapa kejadian yang dicatat," kata Wendi.

"Penjelasan dari Dwi Pilihanto, kemarin juga sempat kami investigasi, mas Dwi Pilihanto juga menyatakan bahwa laga tersebut tensinya sangat tinggi," bebernya menjelaskan.

Ini merupakan laga penentuan bagi kedua tim untuk melangkah ke partai final Liga 4 DIY. Pertandingan final akan berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Minggu (18/1).

Terlepas dari itu, Dwi dinilai sebagai pemain yang memiliki jiwa kepemimpinan tinggi. Ia merupakan kapten tim dan nihil laporan permainan keras dalam karier sepak bolanya.

"Sebenarnya anak ini memiliki leadership yang luar biasa karena dia kapten, dan dia tidak ada riwayat sering kena kartu merah atau sering melakukan pelanggaran. Tidak," ucap Wendi.

Kendati begitu, riwayat Dwi tidak bis membantunya selamat dari sanksi. Pandis PSSI tidak bisa mengabaikan fakta berdasarkan laporan pertandingan terakhir.

Asprov PSSI menyayangkan talenta DIY harus mengakhiri karier dengan cara seperti ini. Namun, kata Wendi, keputusan ini dipastikan diambil untuk kemaslahatan lebih luas.

[Gambas:Video CNN]

(abs/kum/rhr)

Read Entire Article
Korea International