Produsen Minyak Non Timur Tengah Ini Larang Ekspor Bensin per 1 April

5 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu negara penghasil minyak di luar kawasan Timur Tengah bakal melarang ekspor bensin mulai 1 April imbas gejolak harga minyak dan ancaman krisis energi global.

Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak memerintahkan Kementerian Energi untuk menyusun rancangan keputusan larangan ekspor bensin tersebut.

Mengutip Reuters, Novak mengatakan konflik di Timur Tengah menyebabkan gejolak pasar minyak dan produk minyak global yang berdampak terhadap fluktuasi harga yang signifikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di saat yang sama, tingginya permintaan minyak Rusia di pasar luar negeri tetap menjadi faktor positif. Pemerintah Rusia memastikan pasokan produk minyak stabil karena tercatat volume pengolahan minyak mentah tetap pada level tahun lalu.

Lembaga berita milik pemerintah Rusia, TASS, sebelumnya melaporkan larangan ekspor bensin tersebut akan berlaku hingga 31 Juli.

Menurut sumber industri, negara tersebut mengekspor hampir 5 juta metrik ton bensin atau sekitar 117 ribu barel per hari pada tahun lalu.

Beberapa wilayah di Rusia dan bagian Ukraina yang berada di bawah kendali Moskow melaporkan kekurangan bensin tahun lalu, setelah Ukraina meningkatkan serangan terhadap kilang minyak Rusia dan di tengah lonjakan musiman permintaan bahan bakar.

Rusia telah berulang kali memberlakukan pembatasan ekspor bensin dan solar untuk menekan kenaikan harga bahan bakar dan mengatasi kekurangan pasokan dalam negeri.

[Gambas:Video CNN]

(fln/pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Korea International