Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden China Xi Jinping mendesak percepatan pembangunan proyek kota baru Xiongan yang digadang-gadang sebagai 'kota masa depan' di dekat Beijing.
Mengutip dari Channel News Asia, Xi meminta para pejabat untuk bekerja lebih maksimal dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan proyek ambisius tersebut, yang menjadi salah satu warisan penting kepemimpinannya.
"Xiongan New Area harus menjadikan reformasi dan inovasi sebagai pendorong utama untuk mempercepat integrasi mendalam antara inovasi teknologi dan inovasi industri," kata Xi saat kunjungan pada Senin (23/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kawasan Xiongan New Area terletak sekitar 100 kilometer di barat daya Beijing, tepatnya di Provinsi Hebei. Proyek ini menjadi salah satu dari tiga kawasan strategis nasional China, bersama Shenzhen dan Pudong di Shanghai.
Pemerintah China merancang Xiongan sebagai pusat baru yang akan menampung relokasi berbagai institusi penting, mulai dari badan usaha milik negara, universitas, perusahaan teknologi, hingga lembaga keuangan.
Langkah ini juga bertujuan mengurangi kepadatan dan tekanan urban di Beijing yang selama ini menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi.
Sejumlah perusahaan pelat merah, seperti Sinochem dan China Satellite Network Group, dilaporkan telah memindahkan kantor pusatnya ke Xiongan. Namun, sebagian proyek masih dalam tahap pembangunan.
Meski proyek ini telah dimulai sejak 2017, kawasan pusat Xiongan hingga kini masih relatif sepi penduduk. Pemerintah menargetkan pembangunan dasar kota tersebut rampung pada 2035.
Dalam kunjungan tersebut, Xi juga meninjau sejumlah fasilitas baru, termasuk kantor pusat perusahaan pembangkit listrik China Huaneng Group serta sebuah sekolah menengah.
Ia kembali menegaskan pentingnya percepatan implementasi kebijakan inovatif, khususnya di sektor teknologi dan keuangan, sebagai bagian dari strategi China dalam mencapai terobosan di bidang teknologi kunci.
Berbeda dari kebiasaan para pemimpin China yang umumnya menjaga jarak dari proyek tertentu, Xi secara terbuka mengaitkan namanya dengan pembangunan Xiongan.
Sejumlah dokumen resmi dan media pemerintah bahkan menyebut proyek ini sebagai keputusan strategis jangka panjang yang akan berdampak hingga ribuan tahun ke depan.
Xi pertama kali mengunjungi lokasi tersebut pada 2017, bertepatan dengan periode kedua kepemimpinannya, dan kembali datang pada 2019 setelah perubahan konstitusi yang membuka jalan bagi masa jabatan ketiga.
(anm/ins)
Add
as a preferred source on Google

















































