Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi melepas puluhan ribu warga yang mengikuti program mudik gratis menyambut Hari Raya Idulfitri 2026.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut antusiasme masyarakat pada tahun ini melonjak tajam, sehingga jumlah armada bus yang dikerahkan juga mengalami peningkatan signifikan.
"Total jumlah penumpang yang diangkut pada program mudik dan balik gratis tahun ini sebanyak 35.012 penumpang," ujar Syafrin di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (17/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelancaran acara pelepasan mudik akbar ini juga didukung oleh kolaborasi kuat antara Pemprov DKI dan berbagai perusahaan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).
"Jumlah armada yang disiapkan pada layanan mudik dan balik gratis tahun ini sebanyak 744 unit bus di mana sebanyak 660 bus merupakan anggaran dari APBD dan 83 bus merupakan CSR, BUMD, dan swasta di Jakarta," ujar Syafrin.
"Selanjutnya dialokasikan untuk 400 unit bus untuk arus mudik dengan kapasitas penumpang 18.813 penumpang dan arus balik sebanyak 344 bus dengan kapasitas 16.199 penumpang," sambungnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang memimpin langsung agenda keberangkatan tersebut menyebut, fasilitas yang diberangkatkan tidak hanya berfokus pada angkutan penumpang.
Pemprov DKI turut melepas ratusan armada truk khusus untuk mengangkut sepeda motor milik para pemudik sebagai langkah antisipasi agar warga tidak berkendara roda dua untuk perjalanan jarak jauh.
"Kita juga memberangkatkan mudik orang yang naik motor dari Pulogadung pakai truk, jumlahnya kurang lebih bolak-balik adalah 388 atau nanti pulang pergi sekitar kurang lebih hampir 800-900 motor," ujar Pramono.
"Kenapa ini kami lakukan saudara-saudara sekalian? Sekali lagi untuk memberikan keamanan, kenyamanan bagi para pemudik yang akan ke kampung halamannya masing-masing," sambungnya.
Demi memastikan seluruh armada yang dilepas tiba di tujuan dengan selamat, serangkaian inspeksi ketat langsung diawasi oleh pihak pemerintah daerah sesaat sebelum bus diberangkatkan.
Pramono menegaskan keamanan perjalanan adalah prioritas utama, di mana tes kelayakan kendaraan dan pemeriksaan kondisi fisik serta mental para pengemudi telah dilakukan.
"Sebelum keberangkatan tadi, saya juga mengecek secara langsung para pengemudi dilakukan pengecekan kesehatan dan juga narkoba. Dan tadi saya juga mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Perhubungan bahwa ramp check sudah dilakukan bagi semua bus yang akan pulang kampung," jelas Pramono.
Pelepasan armada mudik kali ini menjangkau wilayah tujuan yang luas, yakni tersebar di 20 kota/kabupaten pada enam provinsi berbeda.
"Mudik kali ini ke 20 kota kabupaten dan 6 provinsi yang ada. Termasuk di Lampung, Sumatera Selatan, dan tentunya di Jawa; Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta," jelas Pramono.
Menutup kegiatan pelepasan, Pramono memberikan imbauan penting terkait manajemen arus balik. Mengingat periode libur yang panjang, ia berharap warga tidak bertumpuk pulang ke Ibu Kota di waktu yang sama, dan tetap memanfaatkan angkutan balik gratis yang telah disiapkan agar siap kembali beraktivitas dengan semangat baru di Jakarta.
(kna/isn)
Add
as a preferred source on Google


















































