Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap Presiden Prabowo Subianto sempat khawatir dan menanyakan ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat harga minyak dunia melonjak tajam hingga mendekati US$100 per barel.
Purbaya mengatakan pertanyaan itu disampaikan Prabowo dalam sebuah pertemuan di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.
"Ditanya sama presiden, gimana APBN? Aman Pak. Kalau US$100?, aman Pak, sudah kita hitung sampai US$100 aman semua'," ujar Purbaya dalam acara pelantikan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan di Jakarta, Jumat (27/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga ketahanan APBN dari tekanan kenaikan harga minyak global. Namun, strategi tersebut belum sepenuhnya tersampaikan ke publik.
"Ada tindakan-tindakan yang kita bisa jalankan untuk mengamankan itu, dan itu belum terpublikasikan dengan baik ke media," kata Purbaya.
Purbaya juga menyebut kemampuan pemerintah menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) tetap stabil menjadi salah satu bukti pengelolaan fiskal yang terjaga di tengah tekanan eksternal.
"Dengan keberanian orang-orang ini kita bisa menjaga harga BBM di level yang sekarang tanpa membahayakan APBN," ujarnya.
Ia menilai kinerja tim Kementerian Keuangan dalam menjaga stabilitas fiskal belum sepenuhnya mendapat apresiasi dari publik.
"Jadi tim kita tuh jago, cuman di luar masih kurang dihargai," imbuhnya.
Purbaya menekankan pemerintah tidak pernah mengambil keputusan secara spekulatif dalam mengelola APBN. Ia memastikan seluruh kebijakan disusun berdasarkan perhitungan yang terukur.
"Dengan keadaan seperti itu pun kita nggak pernah panik. Kita approach secara terukur, nggak pernah ada angka yang aneh-aneh yang nggak bisa kita hitung," kata dia.
Ia pun menugaskan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan yang baru dilantik hari ini, Robert Leonard Marbun, untuk memperkuat komunikasi kepada publik terkait kondisi dan ketahanan APBN.
(lau/pta)
Add
as a preferred source on Google
















































