Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rapat bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (25/3).
Salah satunya Kepala Danantara Rosan Perkasa Roeslani yang melaporkan perkembangan program Waste to Energy (WTE) atau program pengelolaan Sampah menjadi Energi.
"Khususnya yang berada di kota-kota besar dan padat penduduk seperti DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Bali dan kota lainnya di Indonesia, kata Seskab Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teddy menyebut Prabowo menginginkan Pemerintah Pusat segera mengelola sampah-sampah yang telah lama tidak tertangani dengan baik di daerah.
Ia mengatakan Prabowo menginstruksikan agar sampah-sampah itu segera dibersihkan, dihilangkan dan dimanfaatkan untuk menjadi energi terutama energi listrik.
Dalam foto yang dibagikan Teddy, tampak hadir juga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mentan Andi Amran Sulaiman, Mensesneg Prasetyo Hadi, hingga Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Danantara tengah menggarap proyek Waste to Energy. Mereka telah memilih dua investor asal Cina untuk menggarap proyek tersebut yang ada di Bekasi dan Denpasar.
Keduanya adalah Wangneng Environment Co., Ltd dan Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd.
Terpisah, Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan pemilihan investor ini selaras dengan Peraturan Presiden No. 109/2025.
Kedua investor terpilih setelah melalui proses dari berbagai perusahaan internasional berpengalaman yang ikut.
"Pengumuman hari ini menandai langkah penting dalam memastikan fasilitas Waste-toEnergydikelola dengan standar tertinggi dalam keandalan operasional, keselamatan, dan akuntabilitas," kata Pandu dalam keterangan resmi, Jumat (6/3).
(mnf/isn)
Add
as a preferred source on Google

















































