Pernyataan Lengkap Bhayangkara FC Soal Insiden Tendangan Kungfu

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Bhayangkara FC akhirnya menyampaikan pernyataan resmi terkait insiden tendangan kungfu di laga Elite Pro Academy (EPA) U-20.

Pertandingan antara Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 dalam ajang EPA U-20 musim 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026), diwarnai insiden tendangan kungfu Fadly Alberto Hengga yang viral.

Laga yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Dewa United U-20 tersebut dinodai dengan adanya keributan antarpemain dan ofisial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketegangan disebut mulai meningkat setelah keputusan wasit pada menit ke-81 yang mengesahkan gol kedua Dewa United U-20 melalui Abu Thalib, yang diprotes kubu Bhayangkara karena dinilai berada dalam posisi offside. Tetapi wasit tidak mengubah keputusannya dan pertandingan tetap dilanjutkan.

Namun, situasi semakin tidak kondusif dan memanas. Puncaknya saat terjadi momen pelanggaran yang akhirnya memicu keributan antarpemain yang juga melibatkan ofisial tim.

Di tengah keributan tersebut, pemain Bhayangkara FC U-20 Fadly Alberto Hengga melayangkan tendangan kungfu ke arah punggung pemain Dewa United yang terekam kamera. 

Menanggapi insiden ini, Bhayangkara Presisi Lampung FC Youth mengeluarkan pernyataan resmi.

[Gambas:Instagram]

"Kami menyesalkan Insiden yang terjadi pada pertandingan EPA Super League U20 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC U20 dan Dewa United Banten FC U20. Pertandingan yang berlangsung kompetitif berubah menjadi tidak kondusif akibat sejumlah keputusan dan situasi di lapangan yang memicu ketegangan antar pemain," tulis Bhayangkara FC dalam pernyataan resminya di Instagram pada Senin (20/4).

"Sebagai bagian dari komitmen kami, Bhayangkara Presisi Lampung FC Youth sangat mengedepankan pembinaan pemain muda tidak hanya dari sisi teknik, tetapi juga dalam hal sikap (attitude) dan pembentukan karakter. Nilai disiplin, respek, dan sportivitas menjadi fondasi utama dalam setiap proses pembinaan yang kami jalankan," tulis Bhayangkara FC menambahkan.

Manajemen Bhayangkara FC menegaskan bahwa timnya tidak mentolerir segala bentuk kekerasan dalam pertandingan.

"Kami menegaskan bahwa Bhayangkara Presisi Lampung FC Youth tidak mentolerir segala bentuk kekerasan dalam pertandingan. Di sisi lain, kami juga mengecam keras segala bentuk provokasi dan tindakan rasis yang terjadi dalam insiden tersebut," tulis Bhayangkara FC.

"Terkait keterlibatan beberapa pemain, kami memahami bahwa situasi di lapangan sangat emosional. Namun demikian, kami tetap melakukan evaluasi internal dan tidak membenarkan reaksi berlebihan dalam bentuk apa pun," tulis Bhayangkara FC.

Bhayangkara FC menegaskan pihaknya bakal mengambil langkah tegas demi memastikan kejadian ini tidak terulang.

"Sebagai bentuk tanggung jawab, Bhayangkara Presisi Lampung FC Youth akan mengambil langkah tegas melalui proses disiplin internal sesuai dengan regulasi yang berlaku, serta memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang," tulis Bhayangkara FC.

"Kami saat ini sedang mengumpulkan bukti dan akan menyerahkan seluruhnya kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti secara profesional dan adil. Kami mengajak semua pihak untuk menjaga sportivitas dan menjunjung tinggi nilai fair play dalam sepak bola," tulis Bhayangkara FC menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

(rhr/rhr/abs)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Korea International