Perang Bikin Pasar Bergejolak, Saham Apa yang Masih Layak Dilirik?

4 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Analis menilai belum ada sektor saham yang benar-benar tahan banting di tengah tekanan pasar yang terjadi belakangan ini. Meski begitu, sejumlah saham dari sektor tertentu dinilai masih menarik untuk dicermati investor ketika koreksi mulai mereda.

Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan kondisi geopolitik global menjadi salah satu faktor yang menekan pasar saham sehingga hampir semua sektor mengalami koreksi.

"Kalau melihat dari kondisi geopolitik yang memengaruhi secara global, kami mencermati kemarin seluruh sektor terkoreksi sehingga apabila dikatakan defensif mungkin kurang tepat," ujar Herditya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, dalam kondisi pasar yang masih dipengaruhi sentimen global, investor sebaiknya bersikap lebih taktis dalam menentukan strategi investasi.

"Kami perkirakan akan lebih baik saat ini investor cenderung tactical dan mencermati kondisi global untuk lebih mengikuti flow yang ada," katanya.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan pelemahan pasar saham belakangan memang berdampak pada hampir semua sektor.

Namun, ia melihat peluang mulai muncul ketika tekanan koreksi mulai berkurang, baik dari sisi harga maupun volume transaksi.

"Pada umumnya semua sektor terdampak pada pelemahan yang terjadi belakangan. Namun, terlihat ada peluang untuk mengambil posisi beli saat koreksi mulai melemah baik secara harga maupun volume," ujar Ivan.

Ia menilai beberapa saham dari sektor industri dan infrastruktur dapat mulai dicermati oleh investor pada level harga tertentu. Salah satunya saham sektor industri seperti ASII yang dinilai menarik di kisaran harga 5.600 hingga 5.800.

Selain itu, saham sektor infrastruktur seperti TLKM juga dapat menjadi pilihan untuk dipantau pada area 2.800 hingga 2.900.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 3,27 persen atau 248,31 poin ke level 7.337 pada penutupan perdagangan Senin (9/3). Mengutip RTI Infokom, pelemahan ini terjadi di hampir seluruh sektor dengan total 708 saham terkoreksi, hanya 68 saham menguat, dan 41 saham stagnan.

Pagi ini, IHSG terpantau bergerak menguat. Mengutip RTI Business pukul 09.06 WIB, IHSG naik 157,90 poin atau 2,15 persen ke level 7.495.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG dibuka di level 7.443 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 7.499. Volume transaksi tercatat mencapai 3,73 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,07 triliun dari 180.755 kali transaksi.

Mayoritas saham bergerak di zona hijau dengan 478 saham menguat, 97 saham melemah, dan 104 saham stagnan.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr)

Read Entire Article
Korea International