Pemain Iran Dilaporkan Stres, Pilih Pulang atau Bertahan di Australia

5 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Agen Migrasi di Australia, Naghmeh Danai mengungkapkan bahwa para pemain timnas putri Iran sangat stres karena tidak tahu harus berbuat apa setelah tersingkir dari Piala Asia Wanita 2026 di Australia, sementara negaranya tengah perang melawan AS-Israel.

"Mereka sangat stres. Mereka tidak tahu harus berbuat apa, mereka khawatir tentang keluarga mereka, aset mereka di Iran, keputusan terbaik apa yang harus diambil sekarang: 'Bagaimana jika kita tetap tinggal di sini dan kehilangan semua aset kita di Iran?'" kata Danai dikutip dari ABC News.

Danai menceritakan pengalamannya saat membantu para pemain timnas putri Iran untuk mendapatkan suaka di Australia setelah mereka tersingkir dari Piala Asia Wanita 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Danai mengungkap bahwa sejumlah pemain menginginkan untuk tetap tinggal di Australia, tapi mereka khawatir dengan konsekuensi yang akan mereka terima.

""Mereka ingin tetap tinggal, tetapi mereka khawatir akan konsekuensinya karena, Anda tahu, bagaimana pemerintah Iran ... dapat menyita segalanya," ucap Danai.

"Mereka (para atlet) mengajukan pertanyaan seperti, 'Apakah kami berhak untuk bekerja? Bagaimana kami bisa bertahan hidup di sini? Kami tidak tahu bahasa Inggris'. Hal utama yang mengkhawatirkan mereka adalah keluarga mereka di Iran," kata Danai menambahkan.

Keluarga para pemain Iran juga dilaporkan telah diancam akan dihukum jika mereka tidak kembali.

"Dari pengamatan saya, mereka masih muda dan polos. Mereka bahkan tidak bisa membayangkan betapa mengerikannya apa yang bisa terjadi pada mereka jika mereka kembali," kata Danai.

Hingga saat ini, pemerintah Australia telah memberikan suaka kepada lima pemain yang jadi bagian timnas Iran di Piala Asia Wanita 2026.

Kelima pemain itu adalah Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Zahra Sarbali, Atefeh Ramazanzadeh, dan Mona Hamoudi.

Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke mengatakan kelima pemain itu telah dibawa ke tempat yang aman oleh polisi federal Negeri Kanguru. Pertemuan dengan Burke telah dilakukan dan proses visa kemanusiaan telah diselesaikan.

"Saya katakan kepada anggota tim lainnya: kesempatan yang sama ada di sana. Australia telah menerima tim sepak bola wanita Iran dalam hati kami," ucap Burke seperti dilansir dari Sky Sports.

[Gambas:Video CNN]

(rhr/rhr/jun)

Read Entire Article
Korea International