Orang Taat Akan Lebih Dekat dengan Allah SWT secara Batiniah

6 hours ago 1

KULTUM KEMULIAAN RAMADAN

CNN Indonesia

Kamis, 12 Mar 2026 04:00 WIB

Orang yang dekat dengan Allah SWT cenderung akan jauh dari manusia yang tidak taat kepada-Nya. Ilustrasi. Orang yang dekat dengan Allah SWT cenderung akan jauh dari manusia yang tidak taat kepada-Nya. (iStockphoto/Ibrakovic)

Jakarta, CNN Indonesia --

Ada perbedaan antara orang yang taat dan tidak taat. Orang yang dekat dengan Allah SWT cenderung akan jauh dari manusia. Ia akan sibuk dan nyaman menjalankan taat kepada Allah.

"[Ia] mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagai amalan untuk mendapatkan keridaan Allah SWT, untuk menghindari adanya kemurkaan Allah SWT," ucap ulama sekaligus Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin dalam program Kultum Kemuliaan Ramadan 2026 CNNIndonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ma'ruf menjelaskan, ketaatan terhadap Allah itu artinya membawa kita dekat dengan-Nya, tetapi bukan dalam artian fisik, melainkan secara batin. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Manusia bisa dekat dengan Allah ketika mendapatkan keridaan-Nya. Namun saat seseorang mendekatkan diri kepada Allah, ia bisa menjauh dari manusia lain yang tidak taat.

"Jauh itu bisa bermakna jauh secara fisik, karena kita memang sibuk, atau orang yang taat itu sibuk dengan menjalankan perintah allah, sehingga tidak sempat untuk berkomunikasi," tutur Ma'ruf.

Ada pula orang yang memang menghindarkan diri dari banyak orang agar ibadahnya kepada Allah tidak terganggu. Di sisi lain, ada orang taat jauh dari manusia lain, tetapi bukan secara fisik.

Ia bisa saja berada di tengah-tengah banyak orang secara lahiriah, tetapi tidak secara batiniah. Hal ini sesuai dengan sebuah ungkapan, yakni lahirlah bersama makhluk lain, tetapi secara batin hendaknya tetap bersama Allah.

Ma'ruf berkata, ada anjuran untuk menyendiri jika seseorang ingin meningkatkan taat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini perlu dilakukan agar ibadahnya tak terpengaruh.

Situasi gaduh atau hiruk-pikuk akan membawa sejumlah pengaruh dan timbulnya masalah. Orang yang belum kuat menghadapi berbagai pengaruh tersebut, bisa ikut terseret ke dalam konflik dan berbagai permasalahan tersebut.

"Tetapi ada yang menyatakan, kalau orang yang sudah memiliki kekebalan, memiliki imunitas, sepertinya tidak masalah. Tidak akan mengganggu dia," kata Ma'ruf.

Ma'ruf mencontohkan, layaknya seorang dokter, ia tak akan terpengaruh meski berada di sekitar orang sakit. Bahkan orang taat yang sudah memiliki imunitas ini sebaiknya berada di tengah masyarakat untuk memberikan pengaruh baik.

"Yang penting [Allah SWT] jadikan kita itu orang yang tidak terpengaruh oleh situasi yang tidak baik, sekalipun kita berada di lingkungan masyarakat yang luas," ucap Ma'ruf di penghujung kultum.

(rti)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International