Nadin Amizah Curhat Didiagnosis Disfonia Spasmodik, Apa Itu?

15 hours ago 3

CNN Indonesia

Jumat, 09 Jan 2026 17:00 WIB

Lewat media sosial, penyanyi Nadin Amizah curhat dirinya didiagnosis disfonia spasmodik. Kenali apa itu disfonia spasmodik dan gejalanya. Ilustrasi. Nadin Amizah didiagnosis (suspect) disfonia spasmodik. Apa itu? Berikut ulasannya. (dok. Nadin Amizah)

Jakarta, CNN Indonesia --

Penyanyi Nadin Amizah mengungkapkan dirinya mengidap spasmodic dysphonia atau disfonia spasmodik. Apa itu disfonia spasmodik?

Lewat Instagram Story, Nadin curhat dirinya (suspect) spasmodic dysphonia atau disfonia spasmodik. Mulanya, dia berpikir bahwa kemampuan menyanyinya menurun tapi ternyata masalah utamanya bukan itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nadin menambahkan dirinya masih bisa menyanyi tapi ada beberapa gejala yang dialami seperti, nada gampang fals, leher pegal atau sakit padahal baru bernyanyi sebentar, air liur menggenang di mulut dan susah ditelan, serta vocal range menyempit atau turun dari sebelumnya.

"Jadi kalau dibilang enggak bisa nyanyi sih, enggak juga ya, bisa-bisa aja. Tapi bayangin sesedih apa sesuatu yang biasanya semudah dan seringan bernapas untukku jadi sesuatu yang berat, butuh effort, dan terutama yang paling mengganggu, bikin sakit," tulis Nadin. 

CNNIndonesia.com sudah meminta izin Nadin untuk mengutip tulisannya di Instagram Story.

Apa itu disfonia spasmodik?

Disfonia spasmodik adalah gangguan suara langka yang memengaruhi pita suara dan membuat aktivitas bernyanyi maupun berbicara terasa berat serta menyakitkan. Kelainan neurologis pada kotak suara (laring) ini terjadi akibat gangguan sinyal dari otak ke otot pita suara. 

Kondisi ini membuat otot-otot tersebut berkontraksi secara tidak terkendali saat digunakan, sehingga suara dapat terdengar tegang, terputus-putus, serak, atau justru sangat lemah. Penyakit ini tergolong langka dan lebih sering dialami perempuan.

Melansir dari Cleveland Clinic, gejala penyakit ini biasanya muncul di usia pertengahan antara 30 hingga 60 tahun. Berikut beberapa gejalanya.

  • Suara terdengar seperti tegang atau tercekat
  • Serak dan parau
  • Berdesah, lembut, atau seperti berbisik
  • Saat berbicara, tiba-tiba bisa terputus atau terhenti
  • Suara bergetar atau gemetar saat berbicara

Secara medis, disfonia spasmodik biasanya hanya memengaruhi suara saat berbicara atau bernyanyi. Pada aktivitas lain seperti tertawa, berbisik, menangis, atau bernapas, suara penderita bisa terdengar normal. Hal inilah yang membuat kondisi ini kerap membingungkan dan tidak langsung dikenali.

Spasmodic dysphonia terbagi menjadi beberapa jenis. Tipe yang paling umum adalah adductor dysphonia spasmodic yang membuat suara terdengar tegang dan tertahan karena pita suara menutup terlalu rapat.

Ada pula abductor dysphonia spasmodic yang menyebabkan suara terdengar lemah dan berangin karena pita suara terlalu terbuka. Dalam kasus tertentu, penderita bisa mengalami kombinasi keduanya.

Penyebab disfonia spasmodik

Ilustrasi Sakit Tenggorokan. (Dok. Freepik)Ilustrasi. Disfonia spasmodik hingga kini belum diketahui penyebabnya. (Freepik)

Penyebab pasti gangguan ini belum sepenuhnya diketahui. Namun, para ahli menduga disfonia spasmodik berkaitan dengan gangguan pada basal ganglia, bagian otak yang mengatur gerakan otot tak sadar.

Pada sebagian orang, kondisi ini juga berkaitan dengan faktor genetik, riwayat cedera, infeksi, atau stres berat.

Hingga kini, disfonia spasmodik belum dapat disembuhkan. Namun, gejalanya bisa dikelola. Terapi yang paling umum adalah suntikan botulinum toxin (Botox) untuk mengurangi kejang pada otot pita suara, disertai terapi suara guna membantu penderita menggunakan suaranya secara lebih efisien.

Sementara itu, Nadin menyebut dirinya kini memiliki 'pekerjaan rumah'. Selain rutin latihan vokal, ia juga akan menjalani speech therapy. 

"Namun karena tuntutan profesi, aku akan terus manggung paralel penyembuhan dan recovery," pungkasnya.

(nga/els)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International