Surabaya, CNN Indonesia --
Sebanyak 295 titik perlintasan kereta api sebidang di wilayah Jawa Timur (Jatim) tidak memiliki palang pintu maupun penjagaan. Hal itu memicu kekhawatiran di masa arus mudik Lebaran Idulfitri 2026.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya Jawa Timur Denny Michels Adlan mengatakan pihaknya tengah melakukan mitigasi darurat bersama Dinas Perhubungan dan Polda Jawa Timur.
"Dari 1001 perlintasan sebidang, ada 295 yang tidak terjaga. Saya benar-benar concern, mengingat ada 24 KA fakultatif dan tambahan yang akan lewat. Petugas PJL (Penjaga Lintasan) harus diedukasi betul," ujar Denny pada Sabtu (14/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Polda Jawa Timur untuk memitigasi keselamatan di 295 perlintasan sebidang tersebut.
Selama masa angkutan mudik berlangsung, Denny menyebut akan ada 24 kereta api fakultatif dan tambahan yang akan melintas. Oleh karena itu penjagaan di perlintasan sebidang harus diperketat.
Selain pengawasan jalur, Denny mengatakan pengecekan kelaikan armada atau ramp check juga telah rampung dilakukan.
"Baik itu memeriksa kesiapan stasiun fasilitasnya seperti apa, kesiapan sarananya dan lokomotifnya," ucap Denny.
Lebih lanjut, volume pemudik tahun ini diprediksi mengalami kenaikan sebesar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dua stasiun besar di Surabaya diproyeksikan bakal menjadi titik konsentrasi massa tertinggi di Jawa Timur.
"Untuk di Stasiun Gubeng itu bisa 10 ribu orang per hari, kalau di Pasar Turi di kisaran 8.500 sampai 9.000 penumpang per hari," ucapnya.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya memprediksi jumlah pemudik masa Angkutan Lebaran Idulfitri 2026 bakal mencapai 533.155 orang.
Angka ini naik 7 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 498.755 penumpang.
Executive Vice President KAI Daop 8 Surabaya Daniel Johannes Hutabarat mengatakan untuk mengakomodasi lonjakan tersebut, KAI Daop 8 menyiapkan total 561.528 tempat duduk selama periode angkutan Lebaran yang berlangsung dari 11 Maret hingga 1 April 2026.
"Pada Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 8 Surabaya memproyeksikan melayani sebanyak 533.155 pelanggan, meningkat sekitar 7 persen dibandingkan realisasi Angkutan Lebaran 2025 yang mencapai 498.755 pelanggan," ujar Daniel, Jumat (13/3).
Setiap harinya, kata Daniel, akan tersedia 25.524 kursi yang tersebar dalam 47 perjalanan kereta api, terdiri dari 38 KA jarak jauh reguler dan 9 KA jarak jauh tambahan.
Untuk memastikan keamanan volume penumpang yang besar, KAI Daop 8 juga menyiagakan 668 personel keamanan gabungan dari internal, TNI dan Polri. Selain itu, 157 personel tambahan disebar untuk memantau enam titik daerah pantauan khusus demi memitigasi gangguan jalur.
Dari sisi sarana, Daop 8 mengoperasikan 55 lokomotif, 520 kereta, dan 12 Kereta Rel Diesel (KRD) yang telah dinyatakan laik melalui proses ramp check. Fasilitas pelayanan di stasiun juga diperkuat dengan penambahan 23 petugas Customer Service Mobile (CSM).
(frd/sfr)
Add
as a preferred source on Google


















































