Bandung, CNN Indonesia --
Persija Jakarta mendapat pengamanan ketat dengan menggunakan kendaraan taktis jelang menghadapi Persib Bandung pada pekan ke-17 Super League, Minggu (11/1).
Duel klasik tersebut digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Pantauan CNNIndonesia, rombongan Persija tiba pukul 13.30 WIB.
Tim berjuluk Macan Kemayoran memasuki area stadion dengan pengawalan menggunakan kendaraan taktis (rantis) milik Brimob Polda Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tercatat sedikitnya lima unit rantis bergerak beriringan menuju stadion. Selain itu, sejumlah kendaraan dari satuan kepolisian lainnya serta mobil pemadam kebakaran turut mengawal rombongan yang masuk dari arah selatan kawasan stadion.
Sementara itu, skuad Persib Bandung lebih dulu tiba di Stadion GBLA sekitar pukul 13.00 WIB. Tim tuan rumah datang menggunakan bus dan disambut Bobotoh yang menyalakan flare sebagai bentuk dukungan kepada para pemain asuhan Bojan Hodak.
Pertandingan ini menjadi krusial bagi kedua tim yang sama-sama memburu tiga poin demi mengamankan posisi puncak klasemen sementara dan gelar juara paruh musim BRI Super League. Laga diperkirakan berlangsung dengan tensi tinggi.
Rivalitas panjang antara Persib dan Persija kembali menjadi sorotan menjelang pertandingan. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menegaskan komitmen untuk memastikan laga berjalan aman dan kondusif.
Sebanyak 2.600 personel gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, serta instansi terkait dikerahkan untuk mengamankan pertandingan.
Aparat disiagakan di dalam stadion, sepanjang jalur menuju GBLA, hingga sejumlah titik strategis di wilayah Kota Bandung.
"Ada sekitar 2.600-an personel yang mengamankan di sini. Namun masih banyak personel yang sudah tergelar di jalan-jalan, di tempat penginapan, dan lokasi lainnya," katanya.
Rudi menilai, pertandingan Persib kontra Persija memiliki tingkat kerawanan tinggi karena faktor rivalitas yang sudah berlangsung lama di antara kedua klub suporter.
Kapolda Jawa Barat memutuskan untuk mengambil alih langsung pengendalian pengamanan. Ia menyebutkan bahwa pengamanan tidak hanya difokuskan di area stadion, tetapi juga di berbagai titik keramaian di Kota Bandung.
"Oleh sebab itu saya sebagai Kapolda mengambil alih agar pengamanan lebih baik. Yang diamankan bukan hanya Stadion GBLA, tetapi juga keramaian dan segalanya, sehingga memerlukan tenaga, peralatan, dan kewenangan yang lebih," ujarnya.
(csr/mw/jun)













































