Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) mengungkapkan kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Venezuela usai ibu kota negara itu Caracas digempur Amerika Serikat pada pekan lalu.
Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah terdapat 37 WNI di Venezuela. Lebih rinci, 33 merupakan staf dan keluarga besar KBRI Caracas, empat lainnya merupakan WNI yang menetap, menikah, dan bekerja di negara itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarkan informasi dari KBRI Caracas, semua WNI, 37 WNI, saat ini berada dalam kondisi aman dan sehat," kata Heni saat Konferensi Pers di Gedung Palapa, Kemlu, Jakarta, Kamis (8/1).
Dia lalu berujar, "Dan untuk mengantisipasi eskalasi konflik, Kemlu melalui KBRI juga telah melakukan langkah-langkah antara lain, yang pertama, menyusun rencana kontingensi dan melakukan aktivasi protokol penyelamatan WNI."
Lebih lanjut, Heni menjelaskan KBRI Caracas secara intensif berkoordinasi dengan lokalitas setempat, untuk memantau perkembangan situasi terkini.
Tak cuma itu, KBRI Caracas juga sudah mengaktifkan alat komunikasi cadangan, jika terjadi blackout.
"Kita sudah menyiapkan perangkat radio, telepon satelit, dan juga perangkat Starlink, untuk memastikan komunikasi dengan pusat tidak terputus," ungkap Heni.
Heni kemudian menjelaskan situasi terkini di Venezuela. Menurut informasi yang dihimpun dari KBRI situasi mulai stabil dan berangsur normal.
Namun demikian, KBRI meminta WNI di Venezuela untuk tetap waspada dan senantiasa memantau situasi terkini. Jika dalam situasi darurat, warga Indonesia dipersilakan menghubungi hotline KBRI.
Pada 3 Januari, AS membombardir Caracas dan menculik Presiden Nicolas Maduro beserta Ibu Negara Cilia Flores. Mereka langsung diterbangkan dari Venezuela ke Amerika Serikat.
Operasi AS dikecam komunitas internasional. Mereka menilai tindakan itu melanggar hukum internasional dan kedaulatan negara lain.
(isa/bac)

















































