Kebijakan Tarif Trump, RI Disebut Bakal Kebanjiran Barang dari China

20 hours ago 4

CNN Indonesia

Kamis, 03 Apr 2025 09:50 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi telah mengumumkan kebijakan tarif baru untuk barang yang masuk AS, yang bakal berimbas terhadap Indonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi telah mengumumkan kebijakan tarif baru untuk barang yang masuk AS, yang bakal berimbas terhadap Indonesia. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi telah mengumumkan kebijakan tarif baru untuk barang yang masuk AS, yang bakal berimbas terhadap Indonesia.

Pengamat menyebut pasar lokal bisa makin tertekan akibat barang impor dari China.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat Ahmad Khoirul Umam mengatakan AS merupakan pasar yang cukup stabil untuk produk tekstil nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"[Namun] kini berpotensi menghadapi tekanan berat karena produk-produk tekstil murah dari China mulai membanjiri pasar global akibat beralih dari pasar AS," kata Ahmad dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (3/4).

Trump menetapkan tarif dasar sebesar 10 persen untuk semua barang impor ke AS. Kemudian Indonesia dikenakan tambahan tarif khusus sebesar 32 persen.

Kenaikan tarif, kata Ahmad, membuat barang ekspor dari Indonesia menjadi lebih mahal di AS, sehingga konsumen otomatis mencari produk alternatif dari negara lain yang tidak terdampak kebijakan.

"Akibatnya, volume ekspor Indonesia ke Amerika Serikat diperkirakan mengalami penurunan serius, yang berdampak langsung terhadap pendapatan devisa negara," katanya.

Dia menyebut kenaikan tarif ini bakal menekan daya saing produk nasional terutama produk dari sektor tekstil, karet dan manufaktur.

Tidak hanya soal risiko penurunan daya saing produk, Ahmad berkata Indonesia juga bisa mengalami kemerosotan nilai tukar rupiah, yang saat ini sedang dalam posisi tertekan.

"Pelemahan rupiah berdampak pada meningkatkan biaya impor berbagai komoditas penting seperti bahan baku industri, barang konsumsi, serta bahan bakar, yang pada akhirnya mendorong peningkatan inflasi domestik," katanya.

Ahmad merekomendasikan pemerintah Indonesia segera melakukan mitigasi antara lain mencari pasar ekspor alternatif, meningkatkan kualitas dan daya saing produk domestik, memperkuat konsumsi lokal dan menjalankan diplomasi perdagangan demi negosiasi pengurangan tarif dan mitra dagang utama lainnya.

Ahmad juga menyarankan agar ada tindak lanjut dari keputusan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS.

"Langkah-langkah ini diharapkan mampu memperkecil dampak negatif dari kebijakan tarif AS dan menjaga stabilitas serta keberlanjutan perekonomian nasional dalam jangka panjang," kata Ahmad.

(els/vws)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International