Kasus BYD Seal Akbar Faizal Selesai Jalur Damai

4 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus keluhan mobil listrik BYD Seal milik keluarga politisi Akbar Faizal yang sempat ramai setelah diunggah di media sosial akhirnya menemui titik terang. Persoalan yang mencuat akibat dugaan gangguan Seal hingga disebut 'joget' itu kini diklaim telah diselesaikan secara damai.

Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, menyampaikan proses komunikasi telah dilakukan secara intensif dengan seluruh pihak yang terlibat, termasuk konsumen.

"Berdasarkan update terakhir, dealer telah melakukan komunikasi dengan seluruh pihak terkait termasuk konsumen secara langsung," kata Luther melalui keterangannya, dikutip Rabu (15/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Luther juga menyampaikan apresiasi atas sikap terbuka dari semua pihak selama proses penyelesaian berlangsung. Hal ini dinilai menjadi faktor penting meredakan persoalan yang sempat menjadi sorotan publik itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mengapresiasi atas keterbukaan semua pihak dalam proses tersebut, sehingga kini telah mencapai penyelesaian secara baik dan damai antara konsumen, dealer, asuransi dan leasing," ucap Luther.

Lebih lanjut ia menegaskan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan, khususnya dalam merespons keluhan konsumen secara cepat dan tepat.

"Kami juga akan terus mendorong dealer untuk mengedepankan respon yang cepat dan penanganan yang optimal dalam setiap keluhan konsumen," kata dia.

Akbar Faizal sebelumnya mengaku kecewa dengan mobil listriknya. Ia menyebut mobil yang digunakan bermasalah, dan penanganan terkait hal tersebut jauh dari apa yang diharapkan.

"Hebat dalam jualan tapi parah abis dalam pelayanan pasca penjualan itulah BYD Indonesia Sudirman, Clipan Official, serta perusahaan asuransi Asuransimag," buka Akbar dalam postingan Instagram, dikutip Senin (13/4).

"Mobil bermasalah (oleng joget). Pihak BYD, leasing, asuransi, dan bengkel yang dipilih BYD saling lempar tanggungjawab," lanjut dia.

Karena hal tersebut, ia mengatakan selama lebih kurang dua bulan mobilnya tak memiliki nasib jelas. Bahkan setelah ditangani bengkel internal BYD, mobil tak juga membaik, justru memperparah keadaan.

"Ternyata mereka salah analisa dan jogetnya makin parah, saya kembalikan ke mereka lagi," ucap dia.

Belakangan, BYD membuat klarifikasi terkait pernyataan Akbar. Perusahaan menyebut persoalan bermula dari insiden kecelakaan pada akhir 2025, bukan dari cacat produk.

Luther bilang kejadian berawal pada Desember 2025 ketika kendaraan itu digunakan anak Akbar, dan mengalami kecelakaan. Insiden tersebut menyebabkan kerusakan cukup serius, terutama di bagian roda sehingga membutuhkan perbaikan besar.

(ryh/fea)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International