Junta Myanmar Gencatan Senjata dengan Pemberontak Demi Korban Gempa

22 hours ago 7

CNN Indonesia

Kamis, 03 Apr 2025 03:00 WIB

Militer yang berkuasa di Myanmar pada hari Rabu (2/4) mengumumkan gencatan senjata selama tiga minggu terhadap pasukan pemberontak setelah gempa bumi dahsyat. Ilustrasi junta militer Myanmar. (AFP/STR)

Jakarta, CNN Indonesia --

Pihak militer yang berkuasa di Myanmar pada hari Rabu (2/4) mengumumkan gencatan senjata selama tiga minggu terhadap pasukan pemberontak setelah gempa bumi dahsyat yang telah menewaskan hampir 2.900 orang.

Sebelumnya, junta militer Myanmar telah menolak usulan gencatan senjata serupa dari kelompok pemberontak untuk memungkinkan operasi penyelamatan.

Sebuah pernyataan dari militer Myanmar mengatakan gencatan senjata, yang akan berlangsung dari 2 April hingga 22 April 2025, akan memfasilitasi operasi bantuan untuk korban setelah bencana gempa tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengumuman oleh junta militer Myanmar juga muncul setelah dugaan serangan terhadap konvoi bantuan Palang Merah China pada Selasa (1/4) malam waktu setempat selama kampanye serangan udara terhadap kelompok pemberontak.

Rezim militer, yang berkuasa di Myanmar sejak 2021 setelah melakukan kudeta, memperingatkan pemberontak terhadap gangguan apa pun.

Seperti dilansir Anadolu, sebuah aliansi dari beberapa kelompok pemberontak etnis memerangi junta militer di negara itu, khususnya di Myanmar utara.

Pengumuman gencatan senjata dari pihak militer muncul menjelang kunjungan kepala junta Min Aung Hlaing ke Bangkok, Thailand untuk menghadiri pertemuan puncak regional.

Militer Myanmar memperingatkan bahwa jika gencatan senjata dilanggar kelompok pemberontak, mereka akan "mengambil tindakan balasan yang diperlukan."

Sebelumnya, Gempa dahsyat berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Myanmar, Jum'at (28/03).Gempa itu berpusat di wilayah Sagaing, Myanmar.

(wiw)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International