Israel Blokir Spanyol dari Tim Gencatan Senjata Gaza yang Dipimpin AS

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Israel memblokir Spanyol dari tim monitor gencatan senjata antara militer Zionis dan milisi Hamas di Gaza, Palestina, yang dipimpin Amerika Serikat (AS).

Tim yang dipimpin AS yakni Pusat Koordinasi Sipil-Militer (CMCC) di Kiryat Gat, Israel, didirikan setelah gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober tahun lalu dengan tujuan memantau gencatan senjata dan memfasilitasi aliran bantuan kemanusiaan ke wilayah Palestina.

Sebagai bagian dari CMCC, personel militer dan diplomat dari beberapa negara lain termasuk Prancis, Inggris, dan Uni Emirat Arab juga berada di sana. Perwakilan Spanyol juga berpartisipasi dalam pekerjaan CMCC hingga saat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka berpartisipasi dalam pertemuan tentang masalah keamanan dan kemanusiaan di Gaza, yang hancur akibat perang selama lebih dari dua tahun terakhir.

Namun, mengutip dari AFP, pada Jumat (10/4) ini Kementerian Luar Negeri Israel mengumumkan mencegah Spanyol untuk menghadiri pertemuan CMCC.

"Pemerintahan [Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez] bias anti-Israel, sangat keterlaluan, sehingga telah kehilangan semua kemampuan untuk berperan sebagai aktor konstruktif dalam mengimplementasikan rencana perdamaian Presiden Trump [Presiden AS Donald Trump] di CMCC," kata Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar dalam pernyataan.

"Spanyol tidak akan diizinkan untuk berpartisipasi dalam CMCC di Kiryat Gat," imbuhnya.

AFP memberitakan Hubungan antara Israel dan Spanyol telah memburuk secara signifikan ejak Madrid mengakui negara Palestina pada 2024 lalu. Atas peristiwa itu, kedua negara telah menarik duta besar mereka.

PM Spanyol, Pedro Sanchez dikenal sebagai salah satu pemimpin negara di dunia yang vokal mengkritisi Israel terkait perang Gaza sejak 2023 lalu.

Dia bahkan memimpin negaranya melawan aksi serangan AS-Israel ke Iran sejak 28 Februari lalu. Atas hal tersebut Israel menuduh Spanyol 'berpihak pada tiran Iran'

Gideon Saar juga menuduh Spanyol "terlibat dalam menghasut genosida terhadap orang Yahudi dan kejahatan perang" setelah mengakui negara Palestina.

Selain itu, sebelumnya Saar murka usai Sanchez meminta Tel Aviv menghentikan permusuhan menyusul anggota TNI yang bertugas sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) tewas.

Saar mengomentari unggahan Sanchez di X yang berisi kecaman dan imbauan ke Israel pada Senin (30/3).

"Bahkan saat mengomentari insiden tragis yang masih belum jelas di pangkalan UNIFIL, Sánchez mengambil sikap sepihak dan menghasut terhadap Israel," kata dia akhir bulan lalu.

Sebelumnya, Sanchez buka suara usai prajurit TNI yang bertugas di UNIFIL tewas karena ledakan menyusul konflik Israel-Hizbullah yang masih membara.

Sanchez juga mengecam tindakan tersebut dan meminta Israel menghentikan serangan.

"Spanyol mengutuk keras tindakan ini. Spanyol menuntut agar asal usul proyektil tersebut diklarifikasi. Dan Spanyol menyerukan kepada pemerintah Israel untuk menghentikan permusuhan," kata Sanchez di media sosial X pada 30 Maret lalu.

Dia lalu berujar, "Serangan terhadap misi penjaga perdamaian PBB merupakan agresi yang tidak dapat dibenarkan terhadap seluruh komunitas internasional."

Dalam pernyataan itu, Sanchez juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga prajurit yang gugur dan seluruh personel UNIFIL. Selain itu, dia berharap kesembuhan bagi dua personel yang mengalami luka-luka.

Lebanon membara sejak Israel dan Amerika Serikat meluncurkan operasi brutal ke Iran pada 28 Februari.

Milisi di Lebanon yang disebut-sebut didukung Iran, Hizbullah, meluncurkan serangan balasan ke Israel usai pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta pejabat tinggi pertahanan lain tewas dalam serangan AS-Israel.

(afp/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International