Iran Resmi Tetap Ikut Piala Dunia 2026, tapi Boikot AS

14 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Timnas Iran memastikan tetap bersiap menghadapi putaran final Piala Dunia 2026, meski situasi politik dan peperangan membuat mereka enggan bertanding di Amerika Serikat. Hal ini ditegaskan oleh Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, pada Rabu (18/3).

Iran sebelumnya menjadi salah satu negara pertama yang lolos ke putaran final. Namun, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel sejak akhir Februari sempat memunculkan keraguan soal partisipasi mereka.

Turnamen Piala Dunia sendiri dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli, dengan tiga negara tuan rumah yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awalnya, Iran dijadwalkan memainkan seluruh laga fase grup di AS. Namun, Taj mengungkapkan bahwa federasi mereka tengah bernegosiasi dengan FIFA untuk memindahkan pertandingan ke Meksiko.

Sebagai bagian persiapan, tim berjulukan Team Melli itu saat ini menggelar pemusatan latihan di Turki.

Mereka juga akan menjalani dua laga uji coba dalam turnamen mini di Antalya melawan Nigeria dan Kosta Rika, yang sebelumnya direncanakan berlangsung di Yordania namun dipindahkan karena konflik di kawasan tersebut.

"Tim nasional sedang mengadakan kamp pelatihan di Turki, dan kami juga akan memainkan dua pertandingan persahabatan di sana," kata Taj dikutip dari Reuters.

Ia menegaskan sikap politik Iran dengan pernyataan tegas yaitu akan memboikot AS bukan Piala Dunia.

"Kami akan memboikot Amerika, tetapi kami tidak akan memboikot Piala Dunia," ujar Taj.

Pernyataan itu disampaikan Taj saat menyambut kepulangan timnas wanita Iran dari Australia. Sebelumnya, rombongan tersebut sempat ditawari suaka oleh pemerintah Australia karena kekhawatiran soal keselamatan mereka. Dari seluruh pemain yang berangkat ke Australia, tujuh orang sempat menerima tawaran, namun hanya dua yang akhirnya menetap.

(rhr/rhr/rhr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Korea International