Iran Ancam Blokir Ekspor Minyak ke Sekutu AS-Israel Selama Perang

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Garda Revolusi Iran (IRGC) tidak akan mengizinkan ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah (Timteng) ke negara-negara sekutu Amerika Serikat (AS) dan Israel selama konflik masih berlangsung.

Juru bicara IRGC Ali Mohammad Naini mengatakan pasukan Iran akan memblokir pengiriman minyak ke pihak yang dianggap sebagai musuh hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

"Angkatan bersenjata Iran tidak akan mengizinkan ekspor satu liter pun minyak dari kawasan ini ke pihak musuh dan para mitranya sampai pemberitahuan berikutnya," ujar Naini seperti dikutip Kantor Berita Tasnim, Selasa (11/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan kebijakan tersebut dapat berubah tergantung perkembangan konflik di kawasan.

Konflik bermula pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Serangan itu memicu perang yang kemudian meluas ke berbagai wilayah di Timur Tengah.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta kepentingan Amerika Serikat di kawasan.

Situasi tersebut turut mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang biasanya dilalui hampir 20 persen perdagangan minyak mentah dunia.

Sejak perang pecah, pasukan Iran juga dilaporkan berulang kali menargetkan kapal tanker minyak yang melintasi perairan tersebut.

Ketegangan ini sempat mendorong harga minyak dunia melonjak di atas US$100 per barel, level tertinggi sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Namun, harga kemudian berbalik turun pada Senin setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan operasi militer kemungkinan akan segera berakhir.

Naini menilai upaya pihak tertentu untuk menekan harga energi tidak akan bertahan lama selama konflik masih berlangsung.

"Upaya mereka untuk menurunkan dan mengendalikan harga minyak dan gas akan bersifat sementara dan tidak membuahkan hasil," ujarnya.

"Perdagangan dalam kondisi perang sangat bergantung pada keamanan," lanjutnya.

Pada Senin malam, Garda Revolusi Iran juga menyerukan negara-negara lain untuk mengusir duta besar Amerika Serikat dan Israel dari wilayah mereka.

IRGC menyatakan negara Arab atau Eropa yang melakukan langkah tersebut akan diberi kebebasan melintas di Selat Hormuz mulai hari berikutnya, sebagaimana dikutip televisi pemerintah Iran.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr)

Read Entire Article
Korea International