Ini Taktik Rahasia Iran Bisa Tetap 'Gagah' Hadapi Serangan AS-Israel

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel telah berlangsung hampir dua pekan namun belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

AS dan Israel yang terus melancarkan serangan udara ke titik-titik strategis Iran termasuk di ibu kota Teheran tampaknya belum berhasil membuat negara rezim ulama itu tunduk meski berhasil mengeliminasi pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski telah digempur habis-habisan, Iran nyatanya masih bisa melancarkan serangan balasan ke situs militer AS di sejumlah negara Timur Tengah, Israel, hingga memblokade Selat Hormuz. Alih-alih melemah, aksi balasan Teheran malah membuat AS-Israel tampak kewalahan.

Iran bahkan bersumpah perang akan terus berjalan sampai negaranya sendiri yang menentukan kapan berhenti.

[Gambas:Video CNN]

Baru-baru ini Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, mengungkapkan "rahasia" strategi pertahanan negaranya menghadapi gempuran AS-Israel selama 13 hari terakhir.

Melalui unggahannya di X, Araghchi memamerkan bahwa Iran menerapkan strategi pertahanan yang telah digodok matang-matang selama bertahun-tahun untuk menghadapi AS-Israel.

Strategi pertahanan itu dinamakan "Mosaic Defense". Araghchi menuturkan doktrin ini dirancang agar Iran tetap mampu bertempur meski kepemimpinan atau pusat komandonyal umpuh diserang.

"Kami memiliki dua dekade untuk mempelajari kekalahan militer AS di wilayah timur dan barat yang berbatasan langsung dengan kami. Kami telah mengambil pelajaran dari pengalaman itu. Pengeboman di ibu kota kami tidak memengaruhi kemampuan kami untuk berperang," tulis Araghchi di akun X seperti dikutip Palestinian Chronicle.

"Pertahanan Mosaic yang terdesentralisasi memungkinkan kami menentukan kapan, dan bagaimana, perang akan berakhir," tambahnya.

Jadi apa itu Mosaic Defense? Baca di halaman berikutnya >>>


Read Entire Article
Korea International