Harga Minyak Mendidih Usai Trump Ancam Iran

11 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak mentah dunia berbalik menguat pada perdagangan Jumat (23/1) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan mengirim 'armada' ke Iran.

Ancaman Trump tersebut menandakan ketegangan Washington dengan Teheran makin mengemuka sehingga pasar melihat ancaman terhadap pasokan minyak global.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent untuk kontrak Maret naik 35 sen atau 0,55 persen ke level US$64,41 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 33 sen atau 0,56 persen menjadi US$59,69 per barel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penguatan ini terjadi setelah kedua kontrak anjlok sekitar 2 persen pada perdagangan Kamis (22/1). Harga kembali naik usai Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki sebuah armada yang bergerak menuju Iran, meski ia berharap tidak perlu menggunakannya.

Trump kembali memperingatkan Teheran terkait isu tewasnya ribuan demonstran dan potensi pengaktifan ulang program nuklir Iran.

Seorang pejabat AS menyebut kapal perang, termasuk kapal induk dan kapal perusak berpeluru kendali, dijadwalkan tiba di kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan.

Iran sendiri merupakan produsen minyak terbesar keempat di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan menjadi salah satu eksportir utama ke China, konsumen minyak terbesar kedua dunia.

Secara mingguan, Brent dan WTI diperkirakan mencatatkan kenaikan sekitar 0,6 persen.

Sebelumnya, harga minyak sempat menguat di awal pekan menyusul ancaman Trump untuk menginvasi Greenland yang dinilai berpotensi mengguncang aliansi trans-Atlantik. Namun harga kembali tertekan setelah Trump menarik kembali pernyataannya terkait aksi militer tersebut.

Trump kemudian menyatakan mundur setelah mengatakan Denmark dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan yang memungkinkan AS memperoleh akses penuh ke Greenland.

Pada saat yang sama, harga minyak sempat melemah menyusul rilis data pemerintah AS yang bersifat bearish. Data menunjukkan persediaan minyak mentah Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar dunia, meningkat pada pekan lalu di tengah perlambatan permintaan bahan bakar.

Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan stok minyak mentah naik 3,6 juta barel untuk pekan yang berakhir pada 16 Januari. Kenaikan stok itu lebih tinggi dibandingkan laporan American Petroleum Institute (API) yang sebelumnya mencatat kenaikan sekitar 3 juta barel.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/pta)

Read Entire Article
Korea International