Dua Hari Banjir di Kebon Pala Jaktim, Tinggi Air Sudah 1,3 Meter

12 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Banjir kiriman dari Sungai Ciliwung dan Bendung Katulampa Bogor, Jawa Barat, merendam kawasan Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur hingga mencapai 130 sentimeter (cm) atau 1,3 meter.

"Iya, banjir kiriman Ciliwung dan Katulampa, karena di sana naik. Banjir ini terjadi sejak Kamis (22/1) sore. Ini adalah tahap kedua," kata Camat Jatinegara, Endang Kartika di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jumat (23/1) seperti dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Endang menyebut banjir di lokasi itu sebetulnya sempat surut, tetapi kembali naik pada dini hari. Dia menduga kenaikan air dipicu status permukaan air di Bendung Katulampa yang kembali meningkat.

"Jadi tadinya sempat surut, namun Katulampa naik kembali sehingga sekitar pukul 02.00 WIB air mulai naik hingga mencapai 130 sentimeter," ujar Endang.

Menurut dia, banjir yang terjadi merupakan banjir kiriman dari hulu, seiring meningkatnya debit air Sungai Ciliwung dan status Bendung Katulampa yang berada pada Siaga 3. Kondisi saat ini Katulampa masih Siaga 3.

"Alhamdulillah kami sudah siap-siap membantu warga. Untuk wilayah Kebon Pala sendiri air sudah mulai surut di angka sekitar 125 sentimeter," katanya.

Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat warga yang mengungsi ke tempat pengungsian resmi.

Sebagian warga memilih bertahan di rumah masing-masing dengan menempati lantai dua, sementara sebagian lainnya mengungsi ke rumah sanak saudara.

"Untuk sementara ini belum ada pengungsian. Di beberapa titik Jatinegara memang terdampak, tapi warga sudah mempersiapkan diri," katanya.

Dia mengatakan jajaran Kecamatan Jatinegara terus melakukan pemantauan dan siaga di wilayah rawan banjir, sembari mengantisipasi kemungkinan kenaikan air susulan apabila debit air di hulu kembali meningkat.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa banjir masih menggenangi 125 Rukun Tetangga (RT) dan 14 ruas jalan pada Jumat pagi.

"Saat ini terdapat 125 RT dan 14 ruas jalan tergenang," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Mohamad Yohan di Jakarta.

Menurut dia, pada Kamis (22/1) malam banjir sempat menggenangi 132 RT. Kemudian berangsur surut dan pada Jumat dinihari tinggal 106 RT yang terendam banjir.

Namun, pada Jumat pagi banjir kembali meluas dengan menerjang 125 RT di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

Selain menggenangi pemukiman banjir juga mengakibatkan sebanyak 14 ruas jalan terdampak dengan ketinggian 10-65 cm.

(antara/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International