China Respons Keras Tarif Trump: Kami Tidak Takut

19 hours ago 4

CNN Indonesia

Minggu, 06 Apr 2025 03:34 WIB

Pemerintah China mengaku tidak takut menghadapi kebijakan tarif impor yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump. Pemerintah China mengaku tidak takut menghadapi kebijakan tarif impor yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump. (AFP/PEDRO PARDO)

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah China mengeluarkan pernyataan tegas menanggapi kebijakan terbaru Presiden AS Donald Trump yang memberlakukan tarif tambahan sebesar 34 persen terhadap barang-barang impor dari China ke Amerika Serikat.

"Kami tidak mencari konflik, namun kami juga tidak takut menghadapinya. Tekanan dan ancaman bukanlah cara yang tepat untuk berinteraksi dengan China," tegas Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataan resminya dikutip CNN, Minggu (6/4).

Sebagai balasan atas kebijakan tersebut, China menyatakan akan mengenakan tarif balasan sebesar 34 persen untuk berbagai produk impor dari AS. Langkah ini menandai eskalasi terbaru dalam ketegangan dagang antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Langkah AS berusaha menggulingkan tatanan ekonomi dan perdagangan internasional yang telah ada, dengan memprioritaskan kepentingan nasional AS di atas kepentingan bersama komunitas internasional," kata Kementerian Luar Negeri China.

Dalam pernyataan sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, juga menyindir melalui kalimat "Pasar telah berbicara," merujuk pada jatuhnya tiga indeks utama bursa saham AS.

Guo menyerukan kepada Amerika Serikat untuk mengubah arah kebijakan dan menyelesaikan perselisihan melalui konsultasi yang setara dan adil.

"Perang dagang dan tarif yang dimulai AS terhadap dunia tidak beralasan dan tidak dapat dibenarkan," tambahnya.

Sementara itu, media Pemerintahan China melaporkan kamar dagang China dari berbagai sektor industri - mulai dari bahan mentah hingga produk jadi - menyatakan penolakan terhadap kebijakan tarif baru AS.

Mereka mendesak kerja sama internasional dan solidaritas global untuk menghadapi kebijakan sepihak tersebut.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan dampak lanjutan terhadap rantai pasokan global dan stabilitas ekonomi internasional di tengah ketidakpastian geopolitik yang terus meningkat.

(isn/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International