Jakarta, CNN Indonesia --
China memamerkan jet tempur siluman terbaru dan tercanggih, J-35, lewat rekaman resmi yang dirilis pabrikan pertahanan negara itu.
Melansir situs South China Morning Post, video terbaru menunjukkan jet tempur siluman di landasan pacu SAC di Liaoning, China Utara, sementara media pemerintah menyebut pabrik akan menjadi bagian dari "Shenyang Aerospace City."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Selasa (6/1), sebuah J-35 berlapis cat hijau terlihat melaju di landasan pacu fasilitas Shenyang Aircraft Corporation (SAC) di Provinsi Liaoning, China utara, menandai penerbangan pertamanya tahun ini.
Video tersebut dirilis oleh SAC, yang merupakan anak perusahaan Aviation Industry Corporation of China (AVIC).
Dalam gambar terpisah, SAC memperlihatkan dua unit J-35 berlapis cat dasar hijau yang diparkir di area bandara.
Pesawat tersebut diduga baru keluar dari jalur produksi karena belum dilapisi warna abu-abu taktis seperti jet yang sudah beroperasi, dikutip dari SCMP.
Penampilan ini dinilai sebagai bukti kesinambungan produksi jet tempur generasi kelima tersebut setelah resmi masuk dinas militer China pada tahun lalu.
Berdasarkan laporan Liaoning Daily, pembangunan pabrik perakitan utama di kompleks baru SAC telah rampung hingga pertengahan 2024 dan proses perakitan produk resmi dimulai.
Fasilitas tersebut diproyeksikan memasuki tahap produksi massal tahun ini, dengan kapasitas yang ditargetkan meningkat hingga dua kali lipat dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
Pada Agustus 2023, SAC mengumumkan rencana investasi senilai 8,6 miliar yuan (sekitar Rp20,12 triliun) untuk membangun lokasi produksi baru seluas 4,2 kilometer persegi.
Pabrik baru SAC merupakan bagian dari proyek terpadu "Shenyang Aerospace City" yang dirancang mencakup area 79,2 kilometer persegi.
Kompleks ini akan dilengkapi fasilitas perakitan akhir serta landasan pacu untuk mendukung uji terbang.
SAC memproduksi berbagai jenis jet tempur, termasuk J-35 yang menjadi salah satu jet siluman berbasis kapal induk paling mutakhir milik China.
Pesawat ini dirancang untuk beroperasi di kapal induk Fujian, kapal induk ketiga China yang menggunakan sistem ketapel elektromagnetik.
Pada September lalu, J-35 menyelesaikan latihan lepas landas dengan ketapel dan pendaratan menggunakan sistem penahan di atas Fujian.
Varian laut J-35 dan varian angkatan udara J-35A juga ditampilkan dalam parade militer Hari Kemenangan di Beijing.
Menurut majalah daring Army Recognition, penerbangan terbaru pesawat berlapis cat dasar hijau tersebut menjadi indikasi kuat bahwa J-35A telah memasuki tahap produksi berkelanjutan serta pengujian penerbangan lanjutan.
Tayangan ini mencerminkan kecenderungan baru produsen China yang semakin terbuka memamerkan pesawat tempur pada fase produksi, praktik yang sebelumnya jarang dilakukan.
Namun, hal ini kini makin sering terlihat, seiring ambisi Beijing dalam persaingan peningkatan kapasitas pertahanan dengan Amerika Serikat.
(rnp/bac)














































