CNN Indonesia
Rabu, 02 Apr 2025 10:20 WIB

Jakarta, CNN Indonesia --
Latihan militer berskala besar China di sekitar Taiwan berlanjut ke hari kedua, Rabu (2/4), dan untuk pertama kalinya mereka menggunakan nama sandi yaitu Strait Thunder-2025A.
Latihan militer ini berlangsung di wilayah tengah dan selatan Selat Taiwan.
"Latihan tersebut difokuskan pada cara mengidentifikasi dan verifikasi subjek, peringatan dan pengusiran, serta intersepsi dan penahanan untuk menguji kemampuan pasukan dalam pengaturan dan pengendalian wilayah, blokade dan pengendalian bersama, dan serangan presisi terhadap target-target utama," kata Komando Teater Timur China dalam sebuah pernyataan resmi. seperti dilaporkan Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China jarang memberi nama sandi untuk latihan militer, tapi tahun lalu menggelar dua putaran latihan perang besar dengan nama Joint Sword-2024A dan Joint Sword-2024B.
Seorang pejabat keamanan senior Taiwan berkata ada lebih dari 10 kapal perang China, kapal induk, dan penjaga pantai di "zona respons" Taiwan. Pejabat itu menyebut latihan militer China sebagai "penghinaan".
Latihan militer ini berlangsung setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengunjungi Jepang pada Minggu dan mengatakan bahwa Amerika Serikat pasti akan melakukan aksi pencegahan di Selat Taiwan, serta menyebut Beijing "agresif".
China menentang dukungan AS terhadap Taiwan, yang menurut Beijing merupakan salah satu wilayahnya.
China juga memandang Presiden Taiwan Lai Ching-te sebagai "separatis" karena menolak klaim kedaulatan Beijing dan menyebut hanya rakyat Taiwan yang bisa memutuskan masa depan mereka.
(els/reuters/vws)