Bos Bulog Bocorkan Progres Perubahan Jadi Badan di Bawah Presiden

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani membocorkan progres perubahan BUMN pangan tersebut menjadi badan otonom yang langsung di bawah presiden, seperti keinginan Presiden Prabowo Subianto.

Rizal menyampaikan rencana perubahan status tersebut sedang dibahas lebih lanjut di DPR RI dan dalam waktu dekat akan ada kepastian.

"Ini sedang proses di Komisi 4 DPR RI, sedang digodok dan sudah kemarin bulan Desember juga terakhir ada rapat di Jogja. Terus kalau gak salah hari ini juga ada rapat lanjutan. Jadi teman-teman mohon waktu dan sabar saja Insyaallah dalam waktu dekat akan segera ada kepastian," ujar Rizal dalam konferensi pers di kantor pusat Bulog, Jakarta Selatan, Jumat (2/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga menyampaikan harapan Prabowo terhadap Bulog agar bisa kembali jaya seperti pada zaman Kepala Bulog era Presiden Soeharto, yakni Bustanul Arifin. Saat itu, tugas Bulog bukan hanya mengurusi beras, tetapi bahan pokok lainnya.

"Jadi harapannya sesuai dengan keinginan presiden, Bulog kembali jaya seperti zaman dulu, zamannya Pak Bustanul Arifin (Kepala Bulog era Presiden Soeharto). Jadi Bulog itu jangan hanya ngurusin beras, tapi ngurusin seluruhnya, sehingga untuk menjamin seperti yang disampaikan beliau adalah kemandirian pangan," jelasnya.

"Yang namanya mandiri itu kan kita harus pegang sendiri beras, minyak, gula tepung, apa, telur, dan sebagainya daging harus kita pegang sendiri. Jangan dipegang orang lain. Itu namanya mandiri. Harapannya Bulog seperti itu," terang Rizal.

Pada November 2024, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkap alasan Bulog bakal diubah kembali menjadi badan otonom di bawah presiden, sehingga tak lagi berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurutnya, perubahan Bulog jadi badan otonom sebagai upaya Indonesia mencapai target swasembada pangan dalam empat hingga lima tahun ke depan. Dengan begitu, Zulhas menyebut Bulog tidak bisa lagi beroperasi komersial untuk mencari untung.

"Itu sudah kita sepakati, juga telah diputuskan untuk mencapai swasembada pangan itu, maka fungsi Bulog harus kembali, harus transformasi lembaganya, enggak bisa komersial lagi," ujarnya dalam konferensi pers di Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2024).

Ia menjelaskan Bulog nantinya tidak akan lagi menerapkan skema komersial dalam penyerapan gabah atau beras.

"Kalau komersial nanti beli jagung raya, beli gabah itu kadang-kadang hitung-hitungan. Bulog ini untung apa rugi, kalau rugi diperiksa. Sudah disepakati tadi, yang penting lembaganya akan ada perubahan," imbuh Zulhas.

[Gambas:Video CNN]

(fln/pta)

Read Entire Article
Korea International