Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat kembali berpotensi melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya hari ini, Jumat (3/4).
Dalam peringatan dini yang diunggah di Instagram, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak cuaca ekstrem.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kota dan Kabupaten Bekasi, serta Kota Depok berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berstatus waspada.
Sementara itu, wilayah dengan status siaga (hujan lebat-sangat lebat) mencakup Kabupaten dan Kota Bogor yang berpotensi mengalami curah hujan lebih tinggi.
BMKG tidak menetapkan wilayah dengan status awas (hujan sangat lebat-ekstrem) untuk periode ini, serta tidak terdapat peringatan dini terkait angin kencang.
Dalam sepekan ke depan, kondisi cuaca di Indonesia masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal. Pada skala global, fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO) berada pada fase netral terlihat dari indeks NINO 3.4 sebesar -0,42, yang tidak memberikan peningkatan yang signifikan terhadap aktivitas konvektif di wilayah Indonesia.
Sementara itu, nilai Dipole Mode Index (DMI) sebesar -0,25 dan berada pada fase netral yang menunjukkan tidak adanya aliran udara signifikan dari Samudra Hindia timur Afrika ke wilayah Indonesia, khususnya bagian barat, sehingga pengaruhnya terhadap distribusi curah hujan di Indonesia juga masih terbatas.
Pada skala regional, Monsun Australia terpantau semakin menguat dan diprakirakan masih akan terus menguat dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini mendorong peningkatan massa udara dari Australia menuju Indonesia yang umumnya bersifat lebih kering.
Konsisten dengan hal tersebut, analisis angin zonal menunjukkan dominasi angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia, yang mengindikasikan bahwa sejumlah wilayah mulai mengalami masa peralihan menuju musim kemarau.
Namun demikian, dinamika atmosfer lain masih turut memengaruhi potensi hujan di sebagian wilayah di Indonesia. Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) spasial diprakirakan melintasi sebagian besar wilayah Sumatera serta sebagian Papua, sehingga berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
Selain itu, Gelombang Rossby Ekuatorial yang berpropagasi ke arah barat juga diprakirakan aktif melintasi sebagian wilayah Sumatra dan Jawa. Sementara itu, Gelombang Kelvin yang berpropagasi ke arah timur diprakirakan turut aktif dan melintasi sebagian besar wilayah Sumatra, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, serta sebagian wilayah Kalimantan dan Papua.
Selain faktor tersebut, sirkulasi siklonik juga berpotensi terbentuk di perairan barat Aceh serta Laut Banda.
Sistem-sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
(wpj/dmi)
Add
as a preferred source on Google


















































