Benarkah Sarden Kalengan Termasuk Makanan UPF? Begini Faktanya

6 hours ago 1

CNN Indonesia

Kamis, 21 Mei 2026 17:00 WIB

Sarden kalengan sering mendapat cap sebagai makanan tidak sehat karena dianggap termasuk ultra-processed food (UPF). Benarkah demikian? Ilustrasi. Sarden kalengan sering mendapat cap sebagai makanan tidak sehat karena dianggap termasuk ultra-processed food (UPF). Benarkah demikian? (iStockphoto/Amarita)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Sarden kalengan sering mendapat cap sebagai makanan tidak sehat karena dianggap termasuk ultra-processed food (UPF). Ternyata, tidak semua makanan kaleng otomatis masuk kategori makanan ultra-proses.

Menurut sejumlah jurnal kesehatan dan gizi, UPF merupakan produk formulasi industri yang dibuat dari bahan-bahan hasil ekstraksi makanan, seperti lemak, pati, dan gula.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Produk ini umumnya mengandung sedikit bahkan kadang tanpa bahan utuh (whole food), serta ditambah berbagai zat aditif seperti perisa, pewarna, pemanis, hingga emulsifier. Lalu, apakah makanan kalengan sudah pasti termasuk dalam makanan UPF?

Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Prof Dr Ir Purwiyatno Hariyadi mengatakan makanan kalengan tidak otomatis berarti tidak sehat.

"Yang tidak menyehatkan itu kandungan gula, garam, lemaknya, atau apakah ada bahan tambahannya," ujar Purwiyatno, Selasa (19/5), seperti dikutip dari detikhealth.

Ia menekankan konsumen sebaiknya membaca label komposisi dan informasi nilai gizi sebelum membeli makanan kemasan.

"Tolong lihat kandungan garamnya. Kandungan lemaknya. Karena formulasi sarden juga ada yang sardin in brine, berarti garam. Ada sardin in oil, berarti lemak," katanya.

Menurutnya, penilaian makanan tidak cukup hanya dilihat dari bentuk kemasannya. Kandungan garam, gula, lemak, hingga bahan tambahan justru menjadi faktor yang lebih penting diperhatikan.

Dalam dunia gizi, klasifikasi makanan olahan sendiri paling sering mengacu pada sistem NOVA yang dikembangkan peneliti Brasil, Carlos Monteiro. Sistem ini membagi makanan menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat pengolahannya.

Mengutip studi ilmiah Definitions of Ultra-Processed Foods Beyond NOVA, makanan UPF umumnya memiliki formulasi industri yang kompleks, mengandung banyak zat aditif, dan menggunakan bahan yang jarang dipakai dalam dapur rumah tangga.

Secara sederhana, klasifikasi NOVA dibagi menjadi:

NOVA 1: makanan segar atau minim proses

Kelompok ini mencakup makanan alami yang belum banyak diproses, seperti buah, sayur, telur, susu, ikan segar, dan kacang-kacangan.

NOVA 2: bahan masak

Bahan yang digunakan untuk memasak atau memberi rasa, seperti gula, garam, mentega, dan minyak.

NOVA 3: processed foods atau makanan olahan sederhana

Makanan dalam kelompok ini dibuat dengan tambahan garam, gula, atau minyak untuk memperpanjang daya simpan atau meningkatkan rasa. Contohnya ikan kalengan sederhana, keju, acar, dan roti tradisional.

NOVA 4: ultra-processed foods (UPF)

Produk formulasi industri yang umumnya mengandung banyak bahan tambahan seperti perisa, pewarna, pemanis, emulsifier, hingga zat aditif lain. Contohnya soda, snack kemasan, mi instan tertentu, nugget, hingga makanan siap santap.

Dengan klasifikasi tersebut, sarden kalengan tidak selalu masuk kategori UPF. Jika komposisinya sederhana, misalnya hanya berisi ikan sarden, air, minyak, garam, atau saus tomat sederhana, produk tersebut lebih sering dikategorikan sebagai processed food atau NOVA 3.

Di sisi lain, sarden juga dikenal sebagai sumber protein, omega-3, vitamin D, kalsium, dan lemak sehat. Maka dari itu sarden kalengan sederhana dinilai masih bisa menjadi pilihan praktis selama kandungan natrium dan bahan tambahannya tidak berlebihan.

Meski begitu, sarden kalengan tetap bisa masuk kategori UPF bila mengandung banyak bahan tambahan seperti flavor enhancer, perisa buatan, emulsifier, modified starch, pemanis tambahan, atau saus ultra-proses.

Masalahnya biasanya bukan pada kalengnya, melainkan kadar natrium yang tinggi, gula tambahan, atau terlalu banyak zat aditif dalam produk tertentu.

Artinya, sarden kalengan sederhana masih berbeda dengan makanan ultra-proses seperti soda, sosis industri, atau frozen ready meals yang umumnya memiliki formulasi industri lebih kompleks dan banyak bahan tambahan.

(fef/anm/fef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International