Bacaan Dzikir di Waktu Pagi: Arab, Latin, dan Artinya

1 week ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Dzikir adalah salah satu amalan yang diperintahkan oleh Allah Swt dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw. Nabi Muhammad menganjurkan agar muslim membaca dzikir pada dua waktu utama, yakni dzikir pagi dan petang setiap hari.

Perintah untuk mengamalkan dzikir pagi dan petang terdapat Al Quran, Allah Swt berfirman dalam QS. Al Ahzab ayat 41-42, yang berbunyi.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً. وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut Nama) Allah dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang."

Perintah untuk memperbanyak dzikir pada pagi dan sore hari juga terdapat dalam QS. Thaha ayat 130 dan QS. Ghafir ayat 55.

وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

"Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum terbit dan sebelum terbenam matahari." (Surat Thaha ayat 130).

وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

"Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu pada pagi dan petang," (Surat Ghafir ayat 55).

Bacaan dzikir pagi

Dilansir dari NU Online, terdapat beberapa lafal dzikir pagi yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Salah satu bacaan dzikir pagi yang dicontohkan oleh Nabi Saw adalah sayyidul istighfar.

Sayyidul istighfar berisi tentang pujian dan permohonan ampun atas semua dosa kepada Allah Swt. Berikut bunyi bacaan sayyidul istighfar yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw:


اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Arab-latin: Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ 'abduka, wa anâ 'alâ 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'ûdzu bika min syarri mâ shana'tu. Abû'u laka bini'matika 'alayya. Wa abû'u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta.

Artinya: "Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau."

Setelah dzikir sayyidul istighfar, muslim dapat melanjutkan lafal tasbih. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah bersabda jika seseorang membaca tasbih sebanyak 100 kali, maka ia akan membawa amal terbaik nanti di hari kiamat.

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Subhanallah wabihamdihi.

"Mahasuci Allah dengan segala puji bagi-Nya."

Atau bisa juga dengan bacaan tasbih seperti ini.

سُبْحَانَ اللهِ العَظِيْمِ وَبِحَمْدِه

Subhanallah adzimi wabihamdihi.

"Mahasuci Allah yang maha agung dengan segala puji bagi-Nya."

Itulah bacaan dzikir pagi yang bisa diamalkan setiap hari, terlebih lagi di bulan Ramadhan seperti saat ini.

(ahd/fef)

Read Entire Article
Korea International