CNN Indonesia
Rabu, 13 Mei 2026 20:15 WIB
Ilustrasi. Warna ASI memang tak selalu putih. (iStockphoto/Tatiana Foxy)
Jakarta, CNN Indonesia --
Warna ASI yang kekuningan kerap dianggap lebih bagus dibanding ASI berwarna putih. Di media sosial, tak sedikit ibu membagikan pengalaman atau bahkan mencoba mempertahankan warna ASI tetap kuning karena dianggap lebih bernutrisi untuk bayi.
Padahal, dokter menyebut warna ASI memang bisa berubah-ubah dan tidak selalu menandakan kualitas ASI lebih baik atau lebih buruk.
Ketua Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia, Naomi Esthernita Fauzia Dewanto, menjelaskan ASI memiliki beberapa fase dengan komposisi yang berbeda-beda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Naomi menjelaskan bahwa ASI yang biasanya tampak lebih kuning dan kental adalah kolostrum.
"Yang biasanya kuning dan agak kental itu kolostrum. Jadi ASI yang pertama kali keluar di hari-hari awal, tiga sampai lima hari pertama itu kolostrum namanya," kata Naomi kepada CNNIndonesia.com, Rabu (13/5).
Ia menjelaskan kolostrum mengandung imunoglobulin atau zat kekebalan tubuh dalam jumlah tinggi sehingga berperan penting membantu perlindungan imun bayi baru lahir.
"Itu memang terlihat lebih kuning, lebih kental. Bukan berarti ASI selanjutnya jadi jelek, tapi memang komposisinya berbeda," ujarnya.
ASI berubah mengikuti kebutuhan bayi
Dokter spesialis anak itu mengatakan bahwa ASI bukan cairan yang statis. Komposisinya bisa berubah sesuai fase menyusui, usia bayi, hingga kondisi masing-masing ibu.
Setelah fase kolostrum, ASI akan masuk ke fase transisi lalu menjadi ASI matur yang biasanya tampak lebih putih dan encer. Selain berubah antar fase, ASI juga bisa berbeda dalam satu sesi menyusui. Naomi menjelaskan ada istilah foremilk dan hindmilk.
Foremilk adalah ASI yang keluar pada awal menyusui, sedangkan hindmilk keluar di akhir sesi menyusui dan biasanya lebih kental karena kandungan lemaknya lebih tinggi.
"ASI itu dinamis. Komposisinya berubah inter dan intra individual," kata Naomi.
Komposisi ASI antara satu ibu dan ibu lainnya tidak selalu sama persis. Bahkan, pada ibu yang sama, kandungan ASI pagi, siang, dan malam juga dapat berubah mengikuti kebutuhan bayi.
Menurut Naomi, hal inilah yang membuat ASI disebut sebagai makanan terbaik bagi bayi karena tubuh ibu secara alami menyesuaikan kandungannya.
Ia menyebut ASI mengandung berbagai komponen penting seperti imunoglobulin, lactoferrin, human milk oligosaccharide (HMO), probiotik, hingga zat bioaktif lain yang membantu mendukung tumbuh kembang bayi.
Benarkah makanan bisa bikin ASI lebih kuning?
Naomi menjelaskan warna ASI memang bisa sedikit dipengaruhi makanan tertentu, terutama yang mengandung beta karoten tinggi seperti wortel atau labu.
"Yang secara ilmiah membuat kuning itu beta karoten yang tinggi," katanya.
Meski begitu, ia menegaskan ibu tidak perlu sengaja mengejar warna ASI agar tetap kuning.
"Bukan warna kuningnya yang dikejar, tetapi nutrisinya," ujar Naomi.
Naomi menegaskan ASI yang diproduksi ibu pada dasarnya sudah menyesuaikan kebutuhan bayi, sehingga menjadi asupan yang paling cocok untuk masing-masing anak.
(anm/tis)
Add
as a preferred source on Google


















































