Arab Saudi Ngamuk Menteri Israel Terobos dan Kibarkan Bendera di Al Aqsa

5 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Arab Saudi mengecam keras aksi Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir yang lagi-lagi menerobos masuk Masjid Al Aqsa di Yerusalem, Palestina, hingga mengibarkan bendera Israel di kompleks suci tersebut.

Melalui pernyataan di X, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengecam apa yang disebutnya sebagai "tindakan provokatif" otoritas Israel di kompleks Masjid Al Aqsa. 

"Kementerian Luar Negeri menyampaikan kecaman Kerajaan Arab Saudi terhadap tindakan provokatif berulang yang dilakukan pejabat otoritas pendudukan Israel terhadap Masjid Al Aqsa, yang terbaru adalah penyerbuan Masjid Al Aqsa oleh seorang pejabat otoritas pendudukan Israel di bawah perlindungan polisi pendudukan, serta tindakan pejabat lain yang mengibarkan bendera otoritas pendudukan di halaman Masjid Al Aqsa," bunyi pernyataan Kemlu Saudi pada Kamis (14/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saudi menegaskan penolakan tegas terhadap segala tindakan "yang merusak status historis dan hukum Al-Quds beserta situs-situs sucinya."

Saudi turut menekankan seruannya kepada komunitas internasional untuk menghentikan praktik-praktik yang melanggar hukum dan norma internasional tersebut. Riyadh juga mendesak pertanggungjawaban "otoritas pendudukan Israel atas pelanggaran serius dan terus-menerus terhadap situs-situs suci Islam dan warga sipil tak berdosa di Negara Palestina."

Saudi merilis pernyataan kecaman tersebut tanpa menyebut nama pejabat tertentu, namun menyoroti dua insiden spesifik: seorang pejabat yang menyerbu masjid di bawah perlindungan polisi Israel dan mengibarkan bendera Israel di halaman kompleks masjid.

Berdasarkan laporan terkait peringatan Jerusalem Day, pejabat yang dimaksud adalah Ben-Gvir.

[Gambas:Twitter]

Ben-Gvir memasuki kompleks Al Aqsa dengan pengawalan polisi Israel terlepas dari larangan untuk mengunjungi kompleks itu berdasarkan status quo. 

Selain itu, Ben-Gvir juga mengibarkan bendera Israel di dekat Kubah Batu (Dome of the Rock), serta menari bersama para pendukungnya dan anggota Knesset Yitzhak Kroizer, yang mendampinginya dan difoto sedang bersujud menghadap masjid.

Ben-Gvir mengibarkan bendera Israel di dalam kompleks tersebut dan berpose untuk foto yang diapit oleh polisi Israel.

Insiden ini berlangsung saat perayaan Jerusalem Day, di mana ribuan nasionalis Israel berparade di Kota Tua pada Kamis malam hingga Jumat dini hari di bawah pengamanan ketat. Perayaan Jerusalem Day menandai penguasaan militer Israel atas bagian timur kota itu dalam perang 1967.

Sementara itu, pasukan Israel memberlakukan pembatasan terhadap warga Palestina nonresiden yang ingin memasuki Kota Tua, memblokade area Gerbang Herodes dan Gerbang Damaskus. Warga Palestina pemilik toko di sekitar kompleks Al Aqsa juga dipaksa menutup usahanya menjelang parade berlangsung.

Dikutip Arab News, Ben-Gvir berulang kali menyerukan agar umat Yahudi diberi akses lebih luas ke Al Aqsa. Sejak menjabat pada 2023, ia telah sedikitnya 16 kali memasuki kompleks tersebut, memicu kemarahan dan kecaman luas.

Sebelum kejadian Ben-Gvir, sehari sebelumnya pada Rabu, Menteri Israel lainnya Yitzhak Wasserlauf mengunjungi Al Aqsa menjelang acara nasionalis tersebut, yang kini menjadi ajang unjuk kekuatan bagi aktivis Yahudi dan kelompok pemukim. Ia mengatakan Ben-Gvir sedang memimpin sebuah "revolusi" di situs suci tersebut.

Kedua menteri ini berasal dari partai sayap kanan ekstrem Otzma Yehudit (Jewish Power).

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International