9 Cara Mengecilkan Perut Buncit Jelang Lebaran

6 hours ago 7

CNN Indonesia

Minggu, 15 Mar 2026 09:40 WIB

Perut buncit sering bikin tak percaya diri jelang Lebaran. Simak 9 cara sehat mengecilkan lemak perut secara bertahap dan aman. Ilustrasi. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi perut buncit. (iStockphoto)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Menjelang Lebaran, banyak orang mulai kembali memperhatikan bentuk tubuh, terutama bagian perut yang terasa semakin membuncit.

Selain meningkatkan rasa percaya diri saat berkumpul dengan keluarga, mengecilkan perut juga penting bagi kesehatan. Lemak di area perut diketahui berkaitan erat dengan berbagai penyakit kronis.

Lemak perut tidak hanya berada di bawah kulit, tetapi juga dapat menumpuk lebih dalam di sekitar organ tubuh. Jenis lemak ini dikenal sebagai lemak visceral dan sering dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga gangguan metabolisme.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, mengurangi lemak perut bukan hanya soal penampilan, tetapi juga bagian dari menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Melansir berbagai sumber, ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi lemak di area perut. Cara-cara ini memang tidak bekerja secara instan, tetapi jika dilakukan secara konsisten dapat membantu memperbaiki komposisi tubuh dan menurunkan lemak secara bertahap.

1. Perbanyak konsumsi serat larut

Mengutip Healthline, studi menunjukkan bahwa serat larut dapat membantu memperlambat proses pencernaan sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. Kondisi ini membantu mengontrol asupan kalori karena seseorang cenderung makan lebih sedikit.

Penelitian juga menemukan bahwa setiap peningkatan 10 gram asupan serat larut berkaitan dengan penurunan penambahan lemak perut hingga 3,7 persen dalam lima tahun. Sumber serat larut antara lain buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, gandum utuh, serta oat.

2. Kurangi makanan yang mengandung lemak trans

Lemak trans banyak ditemukan pada makanan olahan dan produk kemasan. Lemak ini terbentuk melalui proses hidrogenasi minyak nabati dan telah lama dikaitkan dengan peradangan, resistensi insulin, serta peningkatan lemak di area perut.

Untuk mengurangi risiko penumpukan lemak visceral, biasakan membaca label komposisi pada makanan kemasan dan hindari produk yang mencantumkan bahan "minyak terhidrogenasi sebagian".

3. Perbanyak asupan protein

Protein merupakan nutrisi penting dalam pengelolaan berat badan. Makanan tinggi protein dapat membantu meningkatkan rasa kenyang, menurunkan nafsu makan, serta mempertahankan massa otot saat tubuh kehilangan lemak.

Sumber protein yang baik antara lain daging tanpa lemak, ikan, telur, produk susu, dan kacang-kacangan. Mengonsumsi protein dalam setiap waktu makan dapat membantu menjaga keseimbangan energi tubuh.

4. Kelola stres dengan baik

Stres berkepanjangan dapat memicu peningkatan hormon kortisol. Beberapa penelitian menunjukkan kadar kortisol yang tinggi dapat meningkatkan nafsu makan serta mendorong penumpukan lemak di area perut.

Mengelola stres melalui olahraga ringan, meditasi, atau aktivitas yang menenangkan dapat membantu menurunkan kadar hormon stres sekaligus mendukung upaya pengurangan lemak perut.

5. Kurangi makanan dan minuman tinggi gula

Konsumsi gula berlebih, terutama dari minuman manis dan makanan olahan, dapat meningkatkan risiko penumpukan lemak di perut. Gula tambahan yang dikonsumsi dalam jumlah besar juga dapat memicu berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit metabolik.

Mengurangi minuman berpemanis seperti soda, minuman kemasan, dan teh manis berlebih dapat membantu menekan asupan kalori harian.

6. Rutin melakukan olahraga aerobik

Olahraga aerobik seperti berjalan cepat, berlari, bersepeda, atau berenang dapat membantu membakar kalori sekaligus meningkatkan kesehatan jantung.

Mengutip Verywell Health, sebuah penelitian pada 2022 menemukan bahwa peningkatan durasi latihan aerobik berkaitan dengan penurunan lemak tubuh serta lingkar pinggang yang lebih kecil.

7. Kurangi karbohidrat olahan

Karbohidrat olahan seperti roti putih, nasi putih dalam jumlah berlebihan, serta makanan berbasis tepung olahan dapat memicu lonjakan gula darah dan meningkatkan penyimpanan lemak.

Sebagai gantinya, pilih karbohidrat kompleks seperti gandum utuh, beras merah, atau makanan berbasis biji-bijian untuk membantu menjaga metabolisme tubuh.

8. Batasi makan larut malam

Kebiasaan makan atau ngemil sebelum tidur dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan. Saat malam hari, tubuh cenderung tidak banyak melakukan aktivitas sehingga kalori yang masuk lebih mudah disimpan sebagai lemak.

Mengutip Cleveland Clinic, kelebihan kalori pada penghujung hari dapat berkontribusi pada penambahan berat badan jika terjadi secara terus-menerus.

9. Perbaiki kualitas tidur

Tidur yang cukup memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Kurang tidur dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan serta penumpukan lemak di area perut.

Usahakan tidur sekitar tujuh jam setiap malam dan menjaga kualitas tidur agar tubuh dapat berfungsi secara optimal.

Dengan menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, tidur cukup, serta mengelola stres, upaya mengecilkan perut jelang Lebaran dapat dilakukan secara lebih sehat dan berkelanjutan.

(nga/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International