7 Masalah yang Bisa Muncul Kalau Kamu Main Ponsel di Toilet

1 hour ago 1

CNN Indonesia

Selasa, 03 Mar 2026 07:15 WIB

Kebiasaan main ponsel di toilet bisa picu wasir hingga infeksi. Simak tujuh risiko kesehatannya berikut ini. Ilustrasi. Main ponsel di toilet bisa berbahaya, jangan sepelekan kebiasaan ini. (iStockphoto/KittisakJirasittichai)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Membawa ponsel ke toilet mungkin terasa sepele. Banyak orang tanpa sadar duduk lebih lama di kloset karena asyik membaca berita, membalas pesan, atau menonton video.

Padahal, kebiasaan ini bukan cuma soal waktu yang terbuang. Ada risiko kesehatan yang mengintai, mulai dari kontaminasi bakteri, gangguan pencernaan, hingga masalah pada otot panggul.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut tujuh risiko yang perlu Anda waspadai jika sering main ponsel di toilet:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Kontaminasi bakteri dan risiko infeksi

Toilet merupakan lingkungan dengan konsentrasi mikroorganisme tinggi. Saat kloset disiram, partikel aerosol mikroskopis dapat menyebar ke udara dan menempel di berbagai permukaan, termasuk ponsel.

Salah satu bakteri yang berpotensi mencemari ponsel adalah Escherichia coli. Jika tangan menyentuh ponsel yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah atau makanan, bakteri dapat masuk ke tubuh dan memicu gangguan pencernaan, seperti diare.

2. Meningkatkan risiko wasir (Hemoroid)

Wasir atau hemoroid terjadi ketika bantalan pembuluh darah di sekitar anus membengkak akibat tekanan berlebih. Duduk terlalu lama di toilet dapat meningkatkan tekanan vena di area rektal.

Laporan di CNN menyebut penggunaan smartphone saat buang air besar berkaitan dengan peningkatan risiko wasir hingga 46 persen. Mekanismenya bukan karena ponsel secara langsung, melainkan karena durasi duduk yang memanjang tanpa dukungan optimal pada dasar panggul.

Tekanan yang berlangsung lama membuat pembuluh darah membesar (engorgement) dan menimbulkan gejala seperti nyeri, gatal, hingga perdarahan.

3. Memicu sembelit

Bermain ponsel membuat seseorang kurang peka terhadap sinyal alami tubuh. Banyak orang jadi menunda mengejan atau duduk terlalu lama tanpa benar-benar fokus pada proses buang air besar.

Akibatnya, pergerakan usus bisa melambat, tinja menjadi lebih keras, dan risiko sembelit meningkat. Jika berulang, sembelit dapat memperparah tekanan pada anus dan meningkatkan kemungkinan terjadinya wasir.

4. Luka pada anus (fisura ani)

Sembelit dan kebiasaan mengejan terlalu keras dapat menyebabkan luka kecil di sekitar anus yang dikenal sebagai fisura ani. Kondisi ini menimbulkan nyeri tajam saat buang air besar dan bisa disertai perdarahan ringan.

Duduk lama sambil terdistraksi ponsel juga meningkatkan tekanan di area tersebut, sehingga risiko luka makin besar.

5. Gangguan otot dasar panggul

Duduk terlalu lama di kloset tanpa penopang yang baik dapat memberi tekanan berlebih pada otot dasar panggul. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu gangguan seperti sulit menahan buang air kecil, rasa tidak tuntas saat buang air besar, atau sensasi berat di area panggul.

Posisi membungkuk saat menatap layar ponsel juga memperburuk tekanan di area tersebut.

6. Nyeri leher dan punggung

Kebiasaan menunduk lama saat melihat layar ponsel dapat menyebabkan ketegangan pada leher dan punggung. Jika dilakukan berulang, kondisi ini berpotensi memicu nyeri kronis, kaku pada bahu, hingga gangguan postur tubuh.

Tanpa disadari, waktu di toilet pun jadi semakin panjang.

7. Risiko prolaps rektum

Meski jarang terjadi, duduk terlalu lama di toilet sambil mengejan berulang kali dapat meningkatkan risiko prolaps rektum, yakni kondisi ketika bagian akhir usus turun dan menonjol keluar melalui anus.

Kondisi ini memang tidak umum, tetapi tekanan terus-menerus di area perut dan panggul bisa menjadi pemicunya. Jika terjadi, prolaps rektum umumnya memerlukan penanganan medis, bahkan tindakan operasi.

Apa yang sebaiknya dilakukan?

Idealnya, waktu di toilet berkisar dua hingga lima menit. Jika dorongan buang air besar belum muncul, sebaiknya berdiri dan mencoba kembali beberapa saat kemudian.

Selain itu, biasakan menutup kloset sebelum menyiram untuk meminimalkan penyebaran partikel aerosol. Jangan lupa mencuci tangan dengan sabun dan rutin membersihkan layar ponsel dengan cairan disinfektan yang aman.

Kebiasaan sederhana seperti tidak membawa ponsel ke toilet bisa membantu menjaga kesehatan pencernaan sekaligus kebersihan diri dalam jangka panjang.

(anm/tis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Korea International