Jakarta, CNN Indonesia --
Tiga pemain timnas putri Iran yang mendapat suaka dari Australia telah memutuskan untuk kembali ke tanah air mereka.
Semula Australia memberikan suaka kepada rombongan pemain dan staf timnas putri Iran. Namun, satu per satu penerima suaka membatalkan keputusannya.
Setelah satu pemain timnas Iran mengubah keputusannya pada Selasa (10/3), kini tiga penerima visa kemanusiaan dari pemerintah Negeri Kanguru, juga berubah pikiran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam semalam, tiga anggota Tim Sepak Bola Wanita Iran membuat keputusan untuk bergabung dengan anggota tim lainnya dalam perjalanan kembali ke Iran," kata Menteri Dalam Negeri Tony Burke dalam sebuah pernyataan resmi dikutip ESPN.
"Setelah memberi tahu pejabat Australia bahwa mereka telah membuat keputusan ini, para pemain diberi kesempatan berulang kali untuk membicarakan pilihan mereka," ujar Burke menambahkan.
Tim Iran tiba di Australia untuk berpartisipasi di Piala Asia Wanita 2026 bulan lalu, sebelum perang di Timur Tengah dimulai pada 28 Februari.
Awalnya, enam pemain dan seorang anggota staf pendukung dari daftar skuad yang terdiri dari 26 pemain menerima visa kemanusiaan untuk tinggal di Australia. Sementara kontingen Iran lainnya terbang dari Sydney ke Malaysia pada 9 Maret.
Kemudian satu pemain berubah pikiran dan meninggalkan Australia. Tiga orang meninggalkan Sydney menuju Kuala Lumpur, Malaysia, pada Sabtu malam.
Sementara Kantor Berita Tasnim Iran mengatakan tiga orang terakhir yang meninggalkan Australia adalah dua pemain dan seorang anggota staf pendukung.
"Ketiganya kembali ke pelukan hangat keluarga dan tanah air mereka," tulis kantor berita itu dalam sebuah pernyataan.
Kekhawatiran tentang keselamatan tim di Iran meningkat setelah para pemain menolak menyanyikan lagu kebangsaan Iran sebelum pertandingan pertama mereka.
Pemerintah Australia didesak untuk membantu wanita tersebut oleh kelompok revolusi Iran di Australia dan juga mendapat dukungan dari Presiden AS Donald Trump.
Kantor berita Iran menilai kembalinya para pesepakbola putri Iran ke tanah air mereka sebagai kegagalan memalukan dari proyek Amerika-Australia dan kegagalan lain bagi Trump.
(jun/jun/jal)
Add
as a preferred source on Google

















































